Home / Ansor / Habib Umar Ungkap Rahasia Cara Mahasiswa Jadi Sarjana Sukses

Habib Umar Ungkap Rahasia Cara Mahasiswa Jadi Sarjana Sukses

Habib Umar Muthohar/internet
Habib Umar Muthohar/internet

Semarang, ansorjateng.net, Habib Umar Mutohar menyampaikan dengan tegas bahwa perilaku terorisme bukan termasuk jihad yang diridloi Allah. Hal itu ia sampaikan karena banyaknya jamaah yang bertanya mengenai terorisme setelah kejadian teror di pusat keramaian di Jalan MH Thamrin Jakarta.

”Saya jawab begini, ‘teroris itu masuk pada Jihad, tidak?’ Ada yang tanya kepada saya, jihad di Jalan Thamrin kemarin jihad apa tidak? Saya tegas jawab, itu bukan jihad, jihad itu di jalan Allah, bukan di jalan Thamrin,” tegas Habib, pada acara Dies Natalis Universitas Negeri (Unnes) Semarang, Sabtu, (16/4/2016) malam.

Berdasarkan itu, ia berpesan kepada seluruh jamaah sholawat supaya dalam belajar agama tidak sembarangan. Menjadi mahasiswa harus pandai-pandai mencerna pengetahuan dan informasi. Mahasiswa yang sedang haus-hausnya dengan pengetahuan menjadi rawan disusupi paham yang salah.

”Berawal dari paham yang salah itu, maka menimbulkan salah paham dan perselisihan.  Karena itu biar kampuse berkah dan manfaat, mari bersholawat. Nek kampuse berkah manfaat, maka lulusan-lulusane yo berkah manfaat. Kalau mahasiswa tidak dikenalkan sholawat, tidak dikenalkan ulama bisa-bisa masuk pada golongan sing pahame salah,” papar Habib.

Habib juga menyinggung peran dosen yang berperan sentral dalam mendidik mahasiswa. Menurutnya, jika gurunya menganut paham yang salah, maka tak mustahil jika muridnya juga ikut-ikutan paham yang salah.

”Jika gurunya salah, maka muridnya juga salah. Karena itu belajar ilmu agama harus hati-hati,” tuturnya.

Habib Umar menyampaikan, tegaknya agama karena adanya empat pilar atau tiang. Tiang pertama, ketika ditengah masyarakat itu ada orang-orang pintar intelektual yang mau mengamalkan ilmunya.

Tiang kedua, ada orang-orang yang terus menerus belajar, tapi bersamaan dengan ketinggian ilmunya itu semakin bertakwa kepada Allah. Tiang ketiga, ada orang yang kaya yang mau berjuang atau menyumbang perjuangan di jalan Allah.

”Keempat, ada orang yang tidak punya tapi tetap teguh dan konsisten tidak tergoda harta,” sambungnya.

Beliau berpesan kepada seluruh mahasiswa ketika mempunyai keinginan untuk sukses maka harus rajin sholat malam. Mendapat gelar sarjana saja itu tidak cukup, tapi harus dibarengi dengan kemanfaatan di masyarakat.

”Kalau pengin jadi sarjana, sing genah usahane (kerja keras), melek bengi (bangun malam), belajar dan sholat tahajud, ya berdzikir. Insya Allah jadi sarjana yang sarjono. Kalau sarjono itu melamar sana sini ditompo. Jadi tak cukup hanya dengan sarjana. Kegiatan seperti ini sepertinya sepele, tapi sangat bermanfaat karena mengingat Nabi Muhmmad SAW,” tandasnya Habib.(NUJateng/hud)

 

 

 

Link : http://nujateng.com/2016/04/habib-umar-jihad-itu-dijalan-allah-bukan-dijalan-thamrin/

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *