Home / Ansor / Tradisi dan Amaliyah Ahlussunah wal Jamaah di Ranting Harus Dilestarikan

Tradisi dan Amaliyah Ahlussunah wal Jamaah di Ranting Harus Dilestarikan

tembarak
Temanggung, ansorjateng.net, Bertepatan 23 April 2016/15 Rajab 1436 Hijriyah diselenggarakan pengajian dalam rangka Hari Lahir ke-82 GP Ansor, Fatayat, dan Harlah ke-93 NU. Acara ini digelar di Balai Desa Banaran Kecamatan Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Rais Syuriyah NU Ranting Banaran KH Abdul Aziz menyampaikan bahwa NU di tingkat bawah merupakan penjaga tradisi dan amaliyah Ahlussunah wal Jamaah di lingkungannya masing-masing sehingga eksistensi NU di Ranting harus di jaga dan dilestarikan.
Kiai Aziz juga menyinggung bahwa NU ditingkat bawah perlu melakukan konsolidasi dengan NU kultural seperti jamaah yasinan, takmir masjid, dan musholla serta jamaah-jamaah lain yang senada dengan perjuangan NU.
Kegiatan yang merupakan sinergi antara NU, Ansor dan Fatayat ini dihadiri warga nahdliyyin di Desa Banaran serta masyarakat di desa sekitarnya di Kecamatan Tembarak.
Ketua Panitia, Nur Budiman mengatakan, kegiatan sinergi semacam ini haruslah di lestarikan dan dilanjutkan pada kesempatan waktu yang akan datang, sehingga antara stakeholder NU tidak terkesan jalan sendiri-sendiri, pungkasnya.
Sebagai kegiatan pendukung sebelum kegiatan Harlah dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan sema’an al-Qur’an, Manqib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani, pembacaan Dalailul Khairat dan Pengajian Umum. Dalam kesempatan taushiyah Harlah NU yang disampaikan oleh KH Syifaul Fuad Al Ghofar bin KH Tamimi dari Jepara ini menyampaikan bahwa NU merupakan warisan Alim Ulama dan guru-guru yang wajib dijaga dan wajib dibela.
“Sebagai salah satu bentuk membela NU dengan memberikan arahan dan bimbingan kepada putra dan putri warga NU untuk diarahkan menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Dengan salah satu cara mengarahkan mereka untuk belajar di pondok pesantren,” jelasnya.
Setelah kegiatan tersebut selesai, masih dilanjutkan dengan pemantapan kepada seluruh jajaran Pengurus PAC GP Ansor Tembarak beserta Satkoryon Banser X-22 B Tembarak oleh KH Syifaul Fuad yang dibantu oleh Gus Taufiq, putra dari Simbah Sofyudin Gunardo yang merupakan keponakan dari Pengasuh Pondok Pesantren Bambu Runcing Parakan Temanggung.
Dalam pemantapan tersebut disampaikan oleh Pendiri Perguruan Taruna Naga Paksi ini bahwa di zaman ini sudah banyak terjadi kedzoliman dikalangan masyarakat. Meski demikian, untuk memberantas kedzoliman tersebut tidaklah dibenarkan nahi mungkar bil munkar. Harapannya Ansor dan Banser bisa tampil sebagai garda terdepan ulama dan kiai dalam rangka turut membentengi Islam Ahlussunnah wal Jamaah. (NuOnline/hud)
Link :http://www.nu.or.id/post/read/67675/penjaga-gawang-tradisi-nu-di-tingkat-ranting-harus-dijaga

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *