Home / Ansor / Bendera Merah Putih Dan Panji Lambang NU Terus Dikibarkan

Bendera Merah Putih Dan Panji Lambang NU Terus Dikibarkan

Peserta Karnaval berjalan dari Lapangan Cilongok sampai Pendapa Kecamatan Cilongok(1)
Peserta Karnaval dalam Harlah NU ke 93 Se- Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Minggu (1/5). (Miftah Ahmad/Sudin untuk ansorjateng.net)

Banyumas, ansorjateng.net_ Peringatan Hari Lahir Nahdatul ‘Ulama (Harlah NU) ke- 93 dan Badan Otonom dibawahnya tingkat Kecamatan Cilongok berlangsung meriah. Tak kurang dari 3.000 peserta memadati komplek Pendapa Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, , Minggu (01/05).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Cilongok, Kiai-kiai sepuh dan tokoh masyarakat serta pengurus MWC NU, LP Ma’arif NU, Muslimat NU, GP Ansor NU, Fatayat NU, serta IPNU- IPPNU.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Cilongok, Ahmad Syarif Hidayah, S.Pd.I mengatakan tujuan kegiatan ini yakni untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus MWC NU dan badan otonom di bawahnya. “Diharapkan dengan kegiatan semacam ini dapat mensinergikan MWC NU Cilongok dengan badan otonom dibawahnya, sehingga kegiatan-kegiatan di tingkat MWC dan ranting dapat berjalan berdampingan”, katanya.

Syarif menjelaskan, kegiatan harlah bersama diawali dengan pawai ta’aruf dari Lapangan Cilongok menuju Pendapa Kecamatan Cilongok, yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Cilongok, Kiai Arif Mufti, kemudian diikuti oleh Paskibraka SMK Ma’arif NU 1 yang membawa Bendera Merah Putih dan Bendera panji-panji lambang NU serta Badan Otonom dibawahnya.

Dibelakngnya ada pasukan Banser yang berjumlah 99 personel, dan diikuti oleh peserta karnaval dari sekolah-sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU, pengurus dan anggota IPNU/IPPNU, GP Ansor NU, Fatayat NU dan warga NU se-Kecamatan Cilongok.

Pada kesempatan yang sama, PCNU Kabupaten Banyumas menyerahkan piala dan piagam penghargaan serta uang pembinaan kepada MWC NU atas prestasinya sebagai Juara III MWC NU tergiat se-Kabupaten Banyumas. Hadiah diterima langsung oleh Ketua Tanfidziah MWC NU Cilongok. Puncak peringatan Harlah Bersama MWC NU diakhiri dengan Doa Bersama yang dipimpin oleh 4 Kyai Sepuh.

Lomba Tumpeng

Sebanyak 14 tumpeng diperlombakan di sela-sela peringatan Harlah Bersama MWC NU. Tumpeng-tumpeng tersebut kemudian dihidangkan untuk para tamu undangan dan peserta Harlah. Peserta lomba merupakan pengurus TK Diponegoro yang notabene sekolah di bawah naungan Yayasan Muslimat NU Kabupaten Banyumas.

Pembina PAC IPPNU Kecamatan Cilongok, Siti Khusnul Bariyah mengatakan, tumpeng dipilih sebagai materi lomba karena tumpeng merupakan salah satu warisan kebudayaan Bangsa Indonesia. Tumpeng mengandung makna-makna mendalam yang mengangkat hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan alam dan dengan sesama manusia. “Demi keselarasan dan kesederhanaan, bahan baku tumpeng nilainya dibatasi maksimal 75 ribu,“ ungkapnya.

Adapun pemenang lomba tumpeng kali ini yakni Juara I diraih oleh TK Diponegoro Batuanten dengan perolehan nilai 693, Kemudian Juara II diraih oleh TK Diponegoro 62 Pliken Langgongsari dengan perolehan nilai 654, dan Juara III diraih oleh TK Diponegor 63 Rancamaya dengan perolehan nilai 644. (Miftah Ahmad/Sudin)

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *