Home / Ansor / Komandan Banser Jateng: “Sikat” Ormas Pengusung Khilafah

Komandan Banser Jateng: “Sikat” Ormas Pengusung Khilafah

Kasatkorwil Banser Jateng, Hasyim Asyari
Kasatkorwil Banser Jateng, Hasyim Asyari

Semarang, ansorjateng.net, Komandan Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Tengah, Hasyim Asy’ari, Ph.D menegaskan, Banser NU tak akan segan-segan untuk menindak tegas ormas pengusung khilafah di Indonesia. Hematnya, ormas yang menghendaki Indonesia menjadi negara Islam tidak bisa diberi toleransi.

“Sudah jelas ya, maksudnya. ‘Sikat’ dulu, urusan belakangan,” tutur Dosen Undip ini, di sela dialog ‘Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS’ yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Aula Sudirman, Markas Kodam IV Diponegoro TNI AD, Semarang, Kamis (28/4/16) lalu.

Pernyataan Hasyim, merupakan tanggapan atas pertanyaan salah satu peserta yang menanyakan bagaimana langkah kongkrit Banser NU ketika melihat ormas yang memasang “spanduk tegakkan khilafah”. Pertanyaan ini sejatinya ditujukan kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abu Hapsin, Ph.D.

“Ibaratnya saya ini kan orang tua di NU. Jika orang tua dipamiti sama anaknya, akan tawuran, maka pastinya saya sebagai orang tua akan melarang,” jawa Abu Hapsin, saat dialog berlangsung. Pernyataan inilah yang digarisbawahi oleh Hasyim selaku moderator. ”Jelas ya maksudnya (pernyataan ketua PWNU),” tukas Hasyim sembari disambut riuh tepuk tangan ratusan Banser se Jawa Tengah.

Pada acara itu hadir Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro, Brigjen TNI Joni Supriyanto, dan Direktur Intelijen dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Mamat Surahmat.

Sementara peserta dialog terdiri dari 700 lebih anggota Ansor se Jateng dan 300 anggota unsur TNI dan Polri. Usai mengikuti dialog, personel Banser melakukan aksi long march dari Markas Kodam di Watugong ke tempat diklat Banser di Nyatnyono, Ungaran.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya menyampaikan siap mengerahkan seluruh anggota GP Ansor untuk melindungi kedaulatan NKRI. Gus Tutut, sapaan akrabnya, meminta seluruh pasukannya untuk terlibat aktif dalam upaya menjaga NKRI dari rong-rongan ormas yang hendak menegakkan khilafah Isamiyah.

Untuk melukiskan betapa siapnya Ansor dalam menjaga keutuhan NKRI, diumpamakan kisah seekor semut dalam tragedi pembakaran Nabi Ibrahim. Gus Tutut bercerita, saat Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud, saat itu datang semut kecil membawa setetes air untuk memadamkan air.

Lalu ada seekor burung yang menyaksikan hal itu dan kemudian menertawakan apa yang dilakukan semut. Namun dengan tegas semut menyatakan bahwa meski air yang ia bawa mungkin tidak bisa memadamkan api yang sedang berkobar di tubuh Ibrahim, namun apa yang ia lakukan setidaknya menunjukkan keberpihakannya pada Ibrahim.

“Sekecil apapun kontribusi yang kita berikan untuk indonesia, itu menunjukkan keberpihakan kita pada bangsa dan negara ini. Kita yang sholat tiap hari, ngaji dan menjalankan perintah Islam lainnya, (masa) dianggap kafir oleh mereka hanya karena kita berbeda,” lanjutnya.(nujateng/hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *