Home / Berita / Tukang Ojek dan Tukang Becak di Kudus Pun Ikut Khatamkan Quran

Tukang Ojek dan Tukang Becak di Kudus Pun Ikut Khatamkan Quran

Tukang becak di sekitaran Makam Sunan Kudus ikut mengkhatamkan Quran dalam Gerakan Nusantara Mengaji.
Tukang becak di sekitaran Makam Sunan Kudus ikut mengkhatamkan Quran dalam Gerakan Nusantara Mengaji.

Kudus, ansorjateng.net, Gerakan Nusantara Mengaji di Jawa Tengah diikuti 150.000 pembaca, diselenggarakan di 2.100 tempat di 35 Kota/Kabupaten serempak dimulai pukul 19.30 Sabtu 7 Mei hingga pukul 18.00 Minggu 8 Mei, selama 24 jam mengkhatamkan 48.371 khataman. Angka ini melengkapi 3 juta pembaca se- Indonesia saat ditutup Minggu sore (8/5/2016). Total Khataman 340 ribu.

”Alhamdulillah Gerakan Nusantara Mengaji telah berjalan dengan sukses, kami menguncapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah yang telah membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Masyarakat dengan tulus dan ikhlas mengkhatamkan al-quran semoga ini menjadi amalan kita dan mendapatkan berkahnya,”kata Koordinator MATAN Jawa Tengah, Sukirman.

Dia mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan di masjid, mushala, sekolahan, TPQ, madrasah, pondok pesantren, kantor NU, rumah penduduk, balai kampung, balai desa, pendopo dan kantor pemerintahan.

Di Pondok Pesantren Alhikmah Brebes diikuti 3.000 santri dipusatkan di Majid Annur, dipimpin KH Sholahuddin dan KH Izzuddin Masruri mengkhatamankan 600 khataman. Di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam API Tegalrejo Magelang melibatkan 5.000 santri di pusatkan di Aula Pondok dan Makam Pendiri API KH Chudlori.

Khataman Quran di Kudus digelar di Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran. Dipimpin langsung Pengasuh Pondok KH M Ulinnuha Arwani dan KH M Ulil Albab Arwani. Menyelesaikan 350 khataman dengan 1500 pembaca. Tampak juga di antaranya 235 tukang ojek dan penarik becak yang biasa mangkal di komplek makam Sunan Muria dan Sunan Kudus ikut membaca Alquran .

Dari Pekalongan di kabarkan, karena antusiasme masyarakat yang tinggi untuk khataman alquran, menyebabkan toko kitab dan buku mendapatkan berkah, karena Kitab Alquran yang dijualnya laris manis, bahkan kehabisan stock. Seperti yang dialami toko buku Asco dan Ikhlas.

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang yang juga panitia nasional, KH Muhammad Yusuf Chudlori, usai membuka Nusantara Mengaji di Kantor DPW PKB Jl Pusponjolo Raya Semarang mengatakan, partisipasi warga Jawa Tengah terhadap Nusantara Mengaji sangat bagus, ajakan mengaji bagaikan gelombang yang terus bersambut hingga hari H pelaksanaan.

Bahkan sampai menjelang dilaksanakan acara masih banyak respon melalui pesan pendek dan telepon yang akan menyelenggarakan khataman. Ini merupakan pertanda baik bagi bangsa Indonesia, semangat mengaji masyarakat masih luar biasa besar,”katanya.

Menurutnya, dicanangkannya Gerakan Nusantara Mengaji oleh Tokoh Nasional H Abdul Muhaimin Iskandar, berawal dari sebuah fenomena kondisi sosial ekonomi politik bangsa Indonesia yang semakin tak menentu dan carut marut. Ujian datang silih berganti, mulai persoalan ekonomi, kerusakan akhlaq, narkoba, korupsi yang terus semakin memprihatinkan.

”Tujuannya untuk keselamatan bangsa Indonesia, kita berdoa bermujanat kepada Allah melalui kalam-kalam Ilahi, memohon agar bangsa ini tentram dan damai tak ada lagi teror dan bentrok antar warga semua hidup guyup rukun. Masyarakat kecil segera keluar dari persoalan ekonomi yang menghimpit akhir-akhir ini,” ujar Gus Yusuf, panggilan akrabnya.

Setelah membuka acara Gus Yusuf meneruskan safarinya menuju beberapa titik penyelenggaran, antara lain di Semarang dan Magelang. Antusias masyarakat dalam menyambut Gerakan Nusantara Mengaji itu juga terlihat di Grabag Magelang, masyarakat di dusun-dusun yang sebelumnya tak mendaftar pada Sabtu (7/5) sore turut menyelenggarakan di mushala dan masjid-masjid.

Kesadaran masyarakat yang tinggi menurut Gus Yusuf, menunjukkan bahwa ada kepedulian rakyat terhadap kondisi bangsa melalui jalan spiritual dengan mendoakan para pemimpin dan bangsa ini agar lebih baik.

Di Asrama Perguruan Islam API Tegalrejo Magelang, sedikitnya 5.000 santri dan santriwati turut menyemarakkan Gerakan Nusanara Mengaji. Mereka terbagi menjadi dua majelis, ada yang di Aula API dan makam pendiri API KH Chudlori. Suasana Tegalrejo malam itu dalam balutan kalam-kalam Ilahi, daun-daun tak bergerak seakan-akan turut mendengarkan pembacaan kalam-kalam Ilahi yang serentak di seluruh nusantara.

Para santri di Jateng ikut mengkhatamkan Quran
Para santri di Jateng ikut mengkhatamkan Quran

Di Kantor PW NU Jawa Tengah JL Dr Cipto juga diselenggarakan khataman, diikuti pengurus NU dan banom-banomnya, Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU. Pengurus Cabang di Kota/Kabupaten seJateng juga menyelenggarakan hal yang sama, bahkan hingga khataman ketingkat pengurusan ranting.

Selain itu para alumni dan citias akademik UIN Walisongo, Universitas Diponegoro, IAIN Salatiga, Universitas Negeri Semarang dan Universitas 17 Agustus juga turut menyelenggarakan khataman serentak.

Gerakan Nusantara Mengaji yang bertepatan dengan jelang Ujian Nasional SMP/MTs, juga digunakan sebagai media munajat para siswa agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal-soal ujian dan bisa lulus dengan hasil memuaskan. Salah satunya seperti di Mts Miftahul Falah Balong, Kembang, Jepara. Setiap siswa-siswi di sana membaca satu juz dan berhasil menghkhatamkan 6 kali khataman.

Di Puncak penutupan, Pemerintah Grobogan juga menggelar doa khataman di Pendopo Bupati, Minggu sore (8/8). Seluruh pembaca yg sudah membaca Al quran di tempat masing masing tumplek blek di Pendopo Bupati, melakukan prosesi doa khataman.(Sholah/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *