Home / Ansor / Dua Anak Ini Kehilangan Kedua Orangtuanya Akibat Bencana Longsor

Dua Anak Ini Kehilangan Kedua Orangtuanya Akibat Bencana Longsor

Longsor Purworejo/Tribunjateng.com
Longsor Purworejo/Tribunjateng.com

 

Purworejo, ansorjateng.net, Dua anak kecil yakni Mukhlis Hamid (16) dan Marida (4) terus menangis berharap kedua orangtuanya segera ditemukan. Hingga Rabu (22/6/2016) kedua orangtuanya belum di temukan dan diduga menjadi korban tanah longsor di Purworejo, Sabtu (18/9/2016) lalu.

Ayahnya bernama Syarif Marsahid (45), yang juga  salah seorang pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Kaligesing. Syarif juga tercatat alumni PKD Ansor 2015. Sedangkan sang ibu beranama Syarifah (35).

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, kisah bermula menjelang berbuka puasa, keduanya ada keperluan di luar rumah. Sehingga meninggalkan kedua anaknya di rumah. Sebelum pergi, kedua orangtua mereka juga sempat berjanji sebelum azan akan sampai ke rumah lagi.

Namun hujan deras yan mengguyur kawasan itu, mengakibatkan munculnya guguran kecil dari sebuah bukit di Jelok.

Sebuah truk yang melintas memilih berhenti karena banyak batu bertebaran di jalan. Sopir dan kernet turun, kemudian beberapa pengendara sepeda motor yang berada di belakang truk turut membantu menyingkirkan batu. Tujuannya agar mereka semua bisa melintas melalui kaki bukit itu.

Tak disangka, guguran kecil itu hanyalah tanda-tanda bencana alam. Ketika mereka sedang berupaya menyingkirkan guguran bebatuan, tiba-tiba terjadi guguran material dari bukti yang lebih besar. Guguran material dari bukit itu melahap truk dan motor beserta orang-orang yang berada di kaki bukit tersebut.

Diperkirakan 17 orang yang menjadi korban dalam peristiwa sore itu. Diduga dua di antaranya adalah Syarif Marsahid dan Syarifah.

Salah seorang kerabat mereka, Supomo yang juga anggota Banser Purworejo, menceritakan, waktu itu tak ada firasat jika keduanya menjadi bagian dari korban bencana longsor ini. Dirinya yang ikut dalam proses evakuasi korban, sangat berharap agar ia menemukan kedua adiknya.

“Saya kebetulan turun evakuasi, setiap ada jenazah yang ditemukan, saya berharap itu adalah adik saya,” kata Supomo dengan mata berkaca-kaca.

Yang paling membuat Supomo prihatin adalah ketika melihat kedua keponakannya yang masih kecil, kelangsungan hidup mereka ke depan, karena mereka masih usia sekolah. Ia berharap masyarakat dari berbagai latar belakang serta keluarga besar GP Ansor ikut membantu kelanjutan pendidikan dan masa depan Mukhlis Hamid dan Marida.

Di sisi lain, ia juga masih berharap Allah SWT menunjukan keagungan-Nya dengan memberikan keselamatan pada Syarif Marsahid dan Syarifah. Amin.

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah (Jateng) menyerahkan bantuan dana dihimpun dari dermawan untuk korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purworejo.

Penyerahan bantuan dilakukan di pos komando (posko) penanggulangan bencana longsor PC Ansor Purworejo yang dipimpin Muhammad Haikal, di Purworejo, Senin (20/6/2016).

Ketua PW Ansor Jawa Tengah, Ikhwanudin, menjelaskan, total himpunan dana dari dermawan yang masuk ke rekening BRI no 0609-01-001522-53-4 dan Bank BPD Jawa Tengah no 3-057-05096-8 AN ; PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah hingga malam itu sejumlah Rp 29.452.300.

PW GP Ansor Jateng masih membuka donasi bagi para masyarakat di berbagai daerah, untuk turut membagikan rezekinya pada para korban bencana alam maupun keluarga para korban yang meninggal dunia.(Sholahuddin al-Ahmadi, Taufik Hidayat/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

One comment

  1. Indonesia sangat rawan dengan bencana, banjir dan longsor masih mengintai kapan saja, upaya terbaik untuk masyarakat Indonesia peduli untuk membantu saat mereka terkena musibah, petugas dan pemda memberi arahan tentang mitigasi resiko bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *