Home / Ansor / Bantu Pemudik Cari Bensin, Dua Personel Banser Rela Tempuh Jarak 30 Kilometer

Bantu Pemudik Cari Bensin, Dua Personel Banser Rela Tempuh Jarak 30 Kilometer

banserrr

Brebes, ansorjateng.net, Posko mudik Banser yang didirikan di sejumlah titik di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, banyak disinggahi para pemudik. Berbagai jenis bantuan diminta para pemudik kepada Banser. Demikian diceritakan Koordinator Posko Mudik di Brebes, Ahmad Fauzan Al-Azizi, Sabtu (9/7/2016) malam.

Ada pemudik yang meminta tolong dibelikan pulsa. Sebagian mereka meminta petunjuk arah jalan. Ada juga pemudik yang ban-nya bocor lalu minta diantar ke bengkel terdekat. Sesekali pemudik meminta bantuan untuk mencari nasi untuk sahur.

Bahkan, ada juga pemudik yang menuju Yogyakarta kehabisan bahan bakar kendaraan bermotornya, kemudian singgah di Posko Banser. Padahal, di wilayah Brebes sedang krisis bahan bakar bensin. Otomatis semua SPBU yang didatangi kosong.

“Akhirnya, sahabat Aminudin dan Untung yang ditugasi membeli bensin berhasil menemukan bahan bakar itu di Desa Pabuaran, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat,” kata Fauzan Al-Azizi.

Kedua personel Banser itu mencari bensin di Provinsi lain. Sementara untuk sampai ke Desa Pabuaran di mana lokasi bensin masih dijual, mereka harus menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer dari lokasi Posko.

Selama arus mudik, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, menurunkan sebanyak 112 personel anggota Banser di Posko. Mereka terbagi tugas dalam dua shift, malam dan siang. Mereka disebar di beberapa titik Posko mudik. Satu shift minimal enam personel, dijadwal setiap anggota dari 22 Ranting.

Dengan semangat, mereka membantu kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Posko ditempatkan di pertigaan Masjid Miftahul Jannah, Desa Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes.

Seorang BANSER Brebes, menjalankan tugas membantu kelancaran arus Mudik Lebaran 2016.
Seorang BANSER Brebes, menjalankan tugas membantu kelancaran arus Mudik Lebaran 2016.

 

Sebelumnya, Kasatkorwil Banser Jateng, DR Hasyim Asyari memang menginstruksikan untuk mendirikan Posko. Setidaknya terdapat 124 Posko dengan melibatkan 5.000 personel.

Sejumlah personel Banser tersebut memiliki keahlian atau terlatih dalam bantuan lalu lintas dan pertolongan pertama. Setiap Posko, bakal ditempatkan 30 personel tiap harinya, ditambah personel cadangan.

Mereka disiagakan di tempat-tempat strategis rawan kecelakaan, terminal, stasiun, pelabuhan dan tempat wisata di sepanjang Jalur Pantura sebanyak 80 Posko, Jalur Tengah ada 27 Posko, dan Jalur Selatan ada 17 Posko.

“Dengan Total 124 Posko Mudik BANSER 2016 di seluruh wilayah Jawa Tengah, Barisan Ansor Serbaguna berupaya menekan dampak negatif tradisi mudik yang sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat kita,” kata Hasyim yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang ini.

Lebih lanjut, Hasyim menjelaskan, adapun Posko Mudik BANSER 2016 ini sebagian besar berbasis musala, masjid, pesantren dan kantor NU. Tiap posko menyediakan informasi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat salat, takjil buka puasa, dan posko kesehatan.

Selain itu, Banser juga menerjunkan ribuan personel Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Lalu-Lintas (BALANTAS) untuk membantu mengurai kemacetan yang sudah pasti terjadi. Posko ini bertugas sejak H -7 Idul Fitri atau 28 Juni 2016 sampai dengan H +7 Idul Fitri atau 14 Juli 2016 sesuai dengan kebijakan Kasatkornas Banser Pusat.(NUOnline/Huda)

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *