Home / Ansor / NU Yang Bangun Masjid, Faham Lain Seenaknya Merebut

NU Yang Bangun Masjid, Faham Lain Seenaknya Merebut

Peletakan batu pertama oleh Syuriyah PCNU Demak KH Ahmad Zaeni Mawardi yang juga Mustasyar NU Ranting Desa Kebonbatur, diikuti Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, Nur Saadah (Ida), dan Wakil Ketua PWNU Jateng, Drs H Muhlisin Bisyri SE MAg, di Desa Kebonbatur, Mranggen, Demak, Minggu (18/9/2016).
Peletakan batu pertama oleh Syuriyah PCNU Demak KH Ahmad Zaeni Mawardi yang juga Mustasyar NU Ranting Desa Kebonbatur, diikuti Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, Nur Saadah (Ida), dan Wakil Ketua PWNU Jateng, Drs H Muhlisin Bisyri SE MAg, di Desa Kebonbatur, Mranggen, Demak, Minggu (18/9/2016).

 

Demak, ansorjateng.net, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Drs H Muhlisin Bisyri SE MAg, mengimbau pada warga Nahdliyin agar selalu meramaikan masjid dan sering menggelar berbagai kegiatan keagamaan di masjid. Jangan sampai masjid sepi dari ummat.

Hal itu ia tegaskan saat hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nahdlatul Ulama, di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Minggu (18/9/2016).

“Masjid hari ini problemnya yang membikin orang NU, tapi kadang orang NU sendiri jadi ‘pangling’ (lupa) dengan masjidnya. Sebab setelah masjid didirikan,  kemudian diisi dan dikuasai orang lain yang beda faham. Ini sangat banyak,” katanya.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan (Setia WS) Semarang itu, mencontohkan, di daerah Pucanggading Mranggen Demak, misalnya, terdapat kasus pihak Notaris tidak bersedia menyerahkan sertifikat tanah masjid karena ada persoalan.

“Karena kalau diserahkan ke satu pihak, pihak lain tidak terima, ini jadi rebutan. Padahal yang jelas-jelas kerja keras membangun adalah warga nahdliyin,” tegasnya.

Maka, berhubung saat ini proses pembangunan masjid NU ini masih dalam awal pembangunan, maka seluruh pengurus NU beserta badan otonomnya, serta warga setempat, harus bahu membahu gotongroyong agar niatan mendirikan tempat ibadah ini segera tuntas.

“Setelah jadi, saya harap nanti dirawat bersama-sama. Biasanya NU yang membangun, tapi yang menempati pihak lain. Ini tidak boleh terjadi, meskipun masjid NU dengan masjid lainnya tidak ada bedanya, sama-sama untuk ibadah,” ungkapnya.

Muhlisin  juga menegaskan, ke depan masjid ini harus benar-benar mensyiarkan ‘ubudiyah nahdliyin. Tidak ada toleransi pada pihak lain yang akan masuk dan mendominasi tatacara beribadah dan lainnya.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, Nur Saadah (Ida), ikut melakukan peletakan batu pertama.
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, Nur Saadah (Ida), ikut melakukan peletakan batu pertama.

“Salat tarawih harus tetap 20 rakaat, harus ada tongkat untuk khotbah, adzan Jumat harus dua kali, ada doa qunut ketika jamaah salat Subuh. Ini mutlak dan tidak bisa ditawar dan harga mati. Tidak ada kata toleransi,” tandasnya.

Dalam acara peletakan batu pertama ini, juga dihadiri Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Saadah (Ida), dan Syuriyah PCNU Demak KH Ahmad Zaeni Mawardi yang juga Mustasyar NU Ranting Desa Kebonbatur.

Adapun masjid NU ini akan berdiri di atas tanah wakaf seluas 410 meter persegi dari total lahan seluas 625 meter persegi. Selain didirikan masjid, di komplek ini juga akan dibangun secretariat kantor NU Ranting Kebonbatur beserta seluruh badan otonomnya. Juga akan didirikan poliklinik NU.

Letak komplek ini cukup strategis, karena berada di perbatasan antara perkampungan dengan komplek Perumnas. Sehingga ke depan, komplek ini akan menjadi saksi proses akulturasi budaya antara warga setempat dengan warga pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang bermukim di sekitarnya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid dan gedung NU tersebut, Munaji Effendi menambahkan, estimasi anggaran pembangunan masjid dan gedung NU ini mencapai Rp 1.863.620.409. Saat ini dana yang terkumpul dari infaq masyarakat mencapai sekitar Rp 10 juta.

“Kebanyakan warga ada yang menyumbangkan material berupa pasir, batu-bata, besi, semen, batu, dan sebagainya. Jadi, pembangunan ini kita lakukan dengan gotongroyong,” ungkapnya.

Pihaknya menargetkan, pembangunannya akan selesai dalam waktu dua tahun terhitung mulai 2016. “Tapi kalau pendanaannya tersendat, ya tidak tahu selesainya kapan. Maka kami juga berharap pada para dermawan yang diberi rizki berlebih oleh Allah, untuk bisa andil dalam pembangunan masjid ini,” tuturnya.(Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *