Home / Ansor / Begitu Bahayanya Jika Belajar Agama Hanya dengan ‘Mbah Google’

Begitu Bahayanya Jika Belajar Agama Hanya dengan ‘Mbah Google’

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Jakarta, ansorjateng.net, Di era informasi tanpa batas seperti ini, kita perlu waspada, mawas diri, dan berhati hati terhadap berbagai macam informasi yang muncul di berbagai media baik cetak maupun elektronik, khususnya media elektronik yaitu internet. Pasalnya internet mengandung berbagai sisi baik positif maupun negatif.

Di satu sisi internet sangat bermanfaat bagi kita untuk pemenuhan kebutuhan akan informasi namun di sisi lain, dunia internet dapat membawa dan menjerumuskan kita kepada hal hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama kita.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Pringsewu Muhammad Faizin saat diskusi tentang kewaspadaan terhadap perkembangan konten-konten internet khususnya media sosial saat ini yang cenderung sangat masif bertaburan, Jumat (4/11/2016).

“Jika diibaratkan internet itu seperti hutan belantara. Jika kita hendak masuk dan menyusuri isinya kita harus menyiapkan diri dengan pengalaman dan bekal yang cukup supaya tidak tersesat di dalamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di internet banyak sekali informasi yang menyesatkan, tidak bertanggung jawab, provokatif, tendensius yang disebarkan oleh orang atau kelompok tertentu dengan motif dan kepentingan diri dan kelompoknya.

“Tentunya ini akan sangat berbahaya bila kita dengan mentah-mentah menerima dan meyakininya. Kita mestinya harus lebih selektif dengan meneliti sumber berita atau darimana dan dari siapa informasi tersebut berasal,” ingatnya.

Apalagi jika keterkaitannya dengan pemahaman-pemahaman agama Islam yang berkembang sekarang ini. Melalui situs pencari data di internet seperti google, yahoo, dan sejenisnya, banyak sekali kita menemukan beragam informasi, dalil, dasar yang disebarkan oleh kelompok tertentu dengan motif untuk memprovokasi, menyerang, dan menyalahkan yang lainnya.

“Tentunya, dengan penafsiran dan logika kita sendiri tanpa mencari guru sebagai sumber perbandingan dan penjelasan. Kita akan dapat terjerumus kepada pemahaman yang tidak benar tentang Islam. Bagi yang sudah memiliki dasar kuat dengan modal ilmu yang sudah dipelajari sejak kecil, pemahaman dan aliran yang muncul di tengah masyarakat sekarang ini mungkin tidak begitu berpengaruh,” katanya.

Namun mereka yang tidak memiliki modal pengetahuan agama serta baru saja terketuk hatinya untuk belajar dan mendalami Islam, menurutnya, rentan sekali terpengaruh. Sebab itu ia mengimbau setiap orang untuk waspada dan mawas diri serta selalu bertanya kepada para alim ulama tentang pengetahuan Islam dan berbagai macam aliran yang muncul di zaman sekarang ini.

“Janganlah sampai kita belajar dan meyakini dasar-dasar Islam hanya dari proses pencarian lewat google atau internet saja tanpa mengkaji terlebih dahulu dengan para alim ulama yang sudah jelas silsilah keilmuannya,” pungkasnya.(NUOnline/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *