Home / Ansor / Usir Saja Kelompok Pengganggu Keutuhan NKRI

Usir Saja Kelompok Pengganggu Keutuhan NKRI

KH Said Aqil Siradj saat hadir di Ponpes Futuhiyyah Mranggen Demak.
KH Said Aqil Siradj saat hadir di Ponpes Futuhiyyah Mranggen Demak.

Demak,ansorjateng.net, Saat membaca provokasi-provokasi dan kampanye ideologi yang disebarkan kelompok-kelompok tertentu di berbagai media, akan berdampak pada penghancuran ideologi bangsa dan agama yang sudah dibangun oleh para pendahulu pendiri bangsa dan ulama.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj saat mengawali mau’idhoh hasanah pada puncak acara pentupan Expo Futuhiyyah refleksi 115 tahun Kiprah Futuhiyyah untuk Bangsa, yang digelar di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Sabtu (29/10/2016).

“Pengaruh negatifnya, generasi muda bisa saja tidak mau mengenal atau bahkan menentang para Kiai yang notabene merupakan panutan umat. Kehadiran dan keberadaan ulama sebenarnya dapat membendung arus liar yang ada dipikiran remaja dan generasi muda saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Said sambil menyitir Alquran surat Al Hajj ayat 54, bahwa yang dimaksud ‘uutul ilm’ disana adalah apara ulama. Ulama’lah yang paling mengetahui tentang shirothul haq, shoutul haq, dan kalimatul haq.

Hal ini dibuktikan bahwa peradaban Islam membutuhkan peran ulama sebagai tiang pondasi. Peran mereka  pada perkembangan keilmuan Islam dalam memahami maksud ayat Alquran dan Hadis begitu besar.

Sebut saja Abul Aswad ad Du’ali (pemberi titik AlQuran), Khalil bin Ahmad (pemberi harakat ayat), Abul ‘Ubaid Qasim bin Salam (pencipta ilmu tajwid), Syibawaih (penyempurna ilmu nahwu), Syihabuddin ar Romahurmuzi (pelopor tashhih Hadits), Imam as Syafi’i (pencetus ushul fiqh), Imam Asy’ari, imam Ghazali, juga syeikh Mahfud at-Tirmasi, syeikh Ahmad Khatib Sambas dan lain-lain.

Kiai Said juga menuturkan bahwa memahami ajaran Islam harus utuh dan tidak boleh setengah-setengah sehingga terwujud pemahaman yang tidak keliru.

“Ibarat rumah, haqiqat (tauhid)  itu pondasi, genting adalah syariat, dan dinding-dindingnya adalah akhlak,” tuturnya.

Kiai Said menilai, keberhasilan Nabi SAW dalam membentuk umat merupakan buah kesuksesan menggabungkan dua fondasi utama yang kuat yakni pemerintahan dan agama. Peran ulama dan Kiai dalam perjuangan bangsa Indonesia juga sangat besar.

Misalnya Hadrotus syaikh KH Hasyim Asy’ari dengan Resolusi Jihad-nya yang berhasil menyatukan ukhuwah islamiyyah dan ukhuwah wathoniyyah pada saat itu.

“Hubbul wathon minal iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman, itu yang mempopulerkan adalah Mbah Hasyim Asy’ari. Jadi, NU punya jasa besar dalam menbangun nasionalisme-relegius,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kang Said meminta, kelompok-kelompok yang mengganggu keutuhan NKRI agar diusir saja dari Negara Indonesia. Karena hal ini sesuai semangat surat al Ahzab ayat 60.

Pada acara tersebut hadir pula para Kyai Pengasuh Pondok Pesantren di Mranggen, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Demak, Wakapolres Demak Kompol Sulasno, pengurus PCNU Demak dan PWNU Jawa Tengah,  pejabat Muspida, anggota kepolisian/TNI, para Kepala Madrasah se Yayasan, dan ribuan santri.(NUJateng.com/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *