Home / Ansor / Dialog Bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Menutup PKN ke-V

Dialog Bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Menutup PKN ke-V

gus

Semarang, ansorjateng.net, Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor, telah mengakhiri Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) angkatan ke-V, dengan berdialog bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di rumah dinas Gubernur Jateng ‘Puri Gedeh’, Kota Semarang, Minggu (6/11/2016).

Dialog ini sekaligus sebagai acara penutupan PKN ke V. Kegiatan dikemas dengan ramah tamah yaitu makan siang bersama secara lesehan, serta dilakukan dialog antara kader Ansor dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Quomas atau Gus Tutut, menjelaskan, PKN merupakan pelatihan kepemimpinan tertinggi di organisasi Ansor. Pelatihan ini juga sebagai proses pengkaderan dan regenerasi kepemimpinan pada tingkat atas di Ansor.

Sebelumnya, PKN ke V dibuka dan pelaksanaannya dilakukan di Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyyah, Kota Semarang. Mulai Kamis (3/11/2016) sampai Minggu (6/11/2016).

Peserta berasal dari berbagai daerah yang adalah kader atau pengurus GP Ansor di tingkat wilayah atau Provinsi di Indonesia. Awalnya, pendaftar ada sekitar 200 orang, kemudian PP GP Ansor melakukan seleksi secara ketat dan menghasilkan 75 peserta.

Proses seleksi dilakukan dengan cara menilai proposal proyek sosial yang diajukan para peserta. Proposal tersebut merupakan prasyarat untuk lolos menjadi peserta PKN ke V. Proposal tersebut harus menyasar pada fenomena atau masalah sosial kemasyaratakan terkini.

Setelah mengikuti proses pengkaderan ini, sebulan setelahnya, proposal yang diajukan harus diimplementasikan ke masyarakat. Keberhasilan program-program yang diajukan akan menentukan kelulusan peserta di PKN ke V ini.

“Dalam proyek tersebut harus ada penularan pengetahuan dan nilai-nilai luhur yang harus diberikan ke masyarakat. Ini yang membedakan tanda kelulusan dengan tahun sebelumnya,” katanya.

Di sisi lain, usai mengikuti PKN, para kader GP Ansor diharapkan dapat memiliki kesadaran yang tinggi pada tanggungjawab sosialnya. Yaitu dengan mengambil peran lebih luas melalui pengembangan potensi kepemimpinan di tengah masyarakat.

Kemudian, harus memiliki keyakinan dan kesadaran kuat atas Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) sebagai paradigma kepemimpinan di wilayah masing-masing. Selanjutnya, keterlibatannya di dalam organisasi Ansor harus mampu menjadi perintis perubahan sosial bagi masyarakat Indonesia.

“Jadi, syarat kelulusannya bukan hanya mengikuti pelatihan saja tapi berdasarkan keberhasilan proyek sosial tersebut. sejauh mana kemanfaatannya untuk masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyatakan, visi yang dimiliki GP Ansor sama dengan visi dirinya. Ia juga sepakat dan mengapresiasi visi Ansor yaitu selain bidang keagamaan, juga sebagai benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Ganjar, saat ini gencar gerakan radikalisme yang sudah masuk ke pelosok-pelosok daerah. Ia berharap, GP Ansor ikut membantu membentengi ideologi masyarakat dari gerakan-gerakan radikal tersebut.

“Tapi ya jangan sampai penyikapannya menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Terkait kegiatan PKN, Ganjar berharap para peserta benar-benar bisa mengaplikasikan proyek proposal yang sebelumnya disusun. Program-program yang ditawarkan peserta mengenai persoalan sosial kemasyarakatan, ia nilai sangat tepat.

Menurut Ganjar, sebagai sebuah gerakan kepemudaan, memang sudah seharusnya mampu memecahkan problem-problem sosial. Pihaknya siap mendukung proyek-proyek proposal dengan menyinkronkan dengan program-program pemetintah.(Sho/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *