Home / Ansor / Ingin Punya Kaus Banser? Lewati Kobaran dan Bara Api Dulu

Ingin Punya Kaus Banser? Lewati Kobaran dan Bara Api Dulu

Calon Kader Banser lewati kobaran dan bara api.
Calon Kader Banser lewati kobaran dan bara api.

 

Way Kanan, ansorjateng.net, Sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan mental kader serta memperat jalinan silaturahmi antar kader di Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, Lampung, digelar prosesi pengambilan kaus Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Prosesi pengambilan kaus Banser itu, diperuntukan bagi peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser PC GP Ansor Way Kanan, angkatan ke XI, tahun 2016. Ada tantangan yang harus dilewati para calon kader, yaitu harus melewati beberapa tahap rintangan bara dan kobaran api.

Pada kobaran dan bara api pertama, calon kader baru boleh mengenakan kaus banser. Selanjutnya harus tetap melewati bara dan kobaran api sepanjang dua meter selama lima kali putaran. Prosesi tersebut menjadi tontonan warga setempat dan anggota Pramuka. 

Adapun prosesi pengambilan kaus Banser ini dilakukan pada Ahad (22/1/2017), di samping rumah Kasatkorcab Banser Way Kananm, Bambang Setyo, di Kampung Lebak Peniangan.

“Instruksi Ketua PC, sahabat Gatot Arifianto, untuk bisa mengenakan kaus Banser, kader yang baru saja mengikuti Diklatsar harus melewati kobaran api terlebih dahulu sembari membawa bendera merah putih, bendera Nahdlatul Ulama, Ansor dan Banser,” ujar Ketua PAC Ansor Rebang Tangkas, Arif Mahfudin, Senin (23/1/2017).

Ia menjelaskan, melihat perkembangan dan tantangan yang dihadapi Islam ‘ala Ahlussunaah Wal Jamaah dan bangsa Indonesia, harus disambut kader muda Nahdlatul Ulama dengan berani dan semangat tanpa meninggalkan esensi pola pengkaderan.

“Perubahan harus disambut. Hal positif perlu ditambah, ya ditambahkan. Jika sebelum-sebelumnya begitu Diklatsar langsung mengenakan kaus Banser, sekarang diintruksikan tidak lagi. Harus ada ujian tambahan untuk penegasan kecintaan dan loyalitas pada organisasi,” tegas Mahfudin.

Salah satu kader yang mengikuti DIklatsar Banser, Ahmad Hasan Basri mengaku, pada awalnya merasa gugup dan deg-degan. Namun atas dasar keyakinan dan atas pertolongan serta izin dari Allah SWT, rintangan tersebut dapat dilalui tanpa kendala.

“Ketika mendengar bahwa saya dan sahabat Banser lainnya harus melintasi kobaran api untuk bisa mengenakan kaus Banser, perasaan jadi deg-degan. Tapi setelah dimotivasi, Alhamdulillah bisa,” ungkapnya.

Usai melewati ujian kobaran api itu, Ahmad mengaku kian percaya diri dan menambah semangat dalam dirinya. “Saya bangga menjadi bagian dari Ansor dan Banser. Saya sangat bersyukur kepada Allah, bisa kenal dengan organisasi kepemudaan seperti ini,” katanya.

Perlu diketahui, Diklatsar PC GP Ansor Way Kanan angkatan ke XI tahun 2016 digelar di PAC Rebang Tangkas pada Kamis (29/12/2016) hingga Sabtu (31/12/2016), diperuntukan bagi pemuda di Kecamatan setempat.

Diklatsar diikuti oleh 36 pemuda, dan sebagian berasal dari luar Kabupaten yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.(NUOnline/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Selamat Jalan Mahfudz Basori Sang Pelopor Kemandirian NU di Tegal

Tegal, ansorjateng.net, KH Mahfudz Basori mempelopori kemandirian NU dengan meningkatkan ekonomi umat melalui pembentukan Baitul Mal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *