Home / Ansor / Alhamdulillah, 83,4 Persen Muslim Indonesia Melakukan Tahlilan

Alhamdulillah, 83,4 Persen Muslim Indonesia Melakukan Tahlilan

survei

 

Jakarta, ansorjateng.net, PBNU bekerja sama dengan Alvara Research Center (ARC) merilis hasil survei masyarakat muslim Indonesia masih menganggap agama mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Survei tentang tentang potret keberagamaan muslim di Indonesia juga menghasilkan mayoritas muslim Indonesia melakukan ritual maulid dan tahlilan.

“Muslim Indonesia 95,5 persen menganggap agama memiliki pernan penting dalam kehidupan mereka. Sementara 90 persen muslim baik di kota dan desa melakukan maulid mencapai 90 persen,” tutur CEO ARC Hasanudin Ali di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Selain itu, tahlilan juga menjadi amalan mayoritas di Indonesia baik di kota dan desa. Sementara sebarannya Jawa, Kalimantan, Maluku dan Papua.

“83,4 persen muslim Indonesia melakukan tahlilan. Sebaran Jawa, Kalimantan, Maluku dan Papua yang rata-rata 80 persen sementara Sumatera hanya 77,2 persen muslim yang melakukan tahlilan,” imbuh Hasan.

Ia mengatakan yang sholat subuh dengan qunut mencapai 71,7 persen. Proporsi muslim yang melakukan ziarah ke makam ulama hanya 48,8 persen yang kebanyakan warga desa yang melakukan.

“Mungkin warga yang tinggal di kota terhambat waktu sehingga tidak banyak melakukan ziarah,” jelasnya.

Sementara Nahdlatul Ulama dalam hasil surveinya dikenal masyarakat sebagai organisasi masyarakat yang toleran, sesuai syariat Islam dan organisasi ulama. “NU dikenal masyarakat sebagai ormas terbesar di Indonesia dan toleran beragama,” kata Hasan.

Dalam survei ARC juga dipaparkan 3 organisasi yang dikenal masyarakat Indonesia. Nahdlatul Ulama yang paling dikenal, disusul Muhammadiyah dan FPI.

Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, menanggapai hasil survei tersebut sebagai ukuran pemahaman agama masyarakat muslim. Menurutnya hasil survei menunjukkan pemahaman responden terhadap Islam masih relatif rendah dan belum utuh.

Survei sendiri dilakukan dengan metode wawancara interview menggabungkan metode random sampling dengan jumlah responden 1.626 orang di 34 provinsi yang berusia 17-65 tahun. Survei digelar pada minggu ke empat November hingga minggu pertama Desember 2016 dengan tingkat kesalahan 2,47 persen.(seputarnu.com/Hud)

 

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *