Home / Ansor / Mengharukan, Kader Banser Karanganyar Ini Semangat Dibaiat Meski Harus Ditandu

Mengharukan, Kader Banser Karanganyar Ini Semangat Dibaiat Meski Harus Ditandu

Karanganyar

 

Karanganyar, ansorjateng.net, Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser Satkoryon Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang dilaksanakan tiga hari yakni Jumat-Ahad, (27-29/1/2017) dapat dikatakan Diklatsar yang sangat menyentuh dan terkesan.

Baik yang dirasakan oleh pelatih, instruktur dan tokoh NU yang hadir. Pasalnya, momentum ini jarang dijumpai di sejumlah tempat. Semangat membara dan keikhlasan cinta pada agama, panji NU dan bendera sang saka.

Menurut Ketua Panitia, Aminu Millah, bahwa Diklatsar ini diikuti oleh 97 peserta dari berbagai kecamatan di Karanganyar dan ada titipan peserta dari Kabupaten Sukoharjo.

“Semula saya hanya menargetkan maksimal 70 peserta, tapi berhubung banyak yang daftar mendadak, maka menjadi 97 peserta yang mayoritas usia 30-40 tahun,” ungkapnya.

Pada saat prosesi pembaitan, Ahad (29/1/2017), yang digelar di lapangan terbuka, dengan izin Allah diturunkanlah hujan dengan sangat deras, sehingga ada 6 peserta Diklatsar tidak kuat karena kedinginan.

Namun tim PC Lembaga Kesehatan NU Kabupaten Karanganyar yang terdiri dari beberapa dokter dan perawat sudah siap siaga, sehingga peserta yang tidak kuat segera mendapat pertolongan.

Meski dalam keadaan tidak sehat, para peserta yang mendapat perawatan sejumlah 6 orang itu tetap bersih kukuh meminta untuk dibaiat, di antaranya pembacaan sumpah, prosesi cium bendera Ansor dan sang saka Merah Putih, serta mandi kembang dan penyematan topi Banser.

Yang membuat prosesi kali ini mengharukan, ada seorang peserta yang terpaksa harus ditandu, tetap memaksakan diri untuk bisa dibaiat. Sontak seluruh peserta, pengurus Ansor-Banser dan tamu undangan yang menyaksikan prosesi baiat, menangis haru di tengah-tengah guyuran hujan.

Ketua PC GP Ansor Karanganyar, Suwanto, usai prosesi baiat mengungkapkan, bahwa dirinya  benar-benar terharu, bahkan air matanya tidak dapat terbendung melihat semangat peserta diklatsar itu.

“Air mata ini mengalir karena terharu melihat semangat para peserta Diklatsar yang digembleng selama tiga hari baik pikiran, spiritual maupun fisik. Apalagi saat menyiraman air kembang yang saya lakukan pada  peserta yang ditandu, hati ini benar-benar terenyuh,” ungkapnya.

Ia berharap semoga peserta Diklatsar yang sudah dibaiat ini bisa menjadi benteng Ulama dan NKRI, serta semoga peserta yang sakit segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. (NUOnline/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *