Home / Ansor / GP Ansor Pekalongan Diminta Perbanyak Kader Militan

GP Ansor Pekalongan Diminta Perbanyak Kader Militan

Peserta Suspelat I
Peserta Suspelat I

 

Pekalongan, ansorjateng.net, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pekalongan diminta memperteguh menjadi kader militan Nahdlatul Ulama (NU). Sebab perjuangan dakwah saat ini sudah sangat terbuka dan global.

Permintaan itu disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan sambutan dalam acara Latihan Instruktur I dan Kursus Pelatih (Suspelat) I Pimpinan Cabang GP Ansor tahun 2017, di Obyek Wisata Linggo Asri Kajen, Rabu (2/1/2017).

Bupati mengatakan, salah satu paramater organisasi yang sehat adalah dilihat dari kaderisasinya. di dalam situasi seperti saat ini, GP Ansor harus banyak mencetak kader untuk disiapkan membingkai ideologi Islam ala Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

“Pertarungannya bukan hanya pada aspek ideologi, tetapi sudah merambah ke bidang ekonomi, budaya. Dan yang lebih penting lagi adalah pertarungan peradaban,” katanya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, Pengurus Wilayah GP Ansor, M Ahsin Hana, Asip menyatakan, apabila tidak pandai-pandai melakukan kaderisasi dalam organisasi, maka yang akan terjadi semakin lama organisasi tidak akan cemerlang, melainkan semakin pudar.

“Dikatakan suatu organisasi itu sehat dan survive adalah dengan adanya kaderisasi. Kaderisasi ini tidak akan mungkin berhasil dengan baik kalau tidak ada instrukturnya, tidak ada mentornya yang memang dibekali secara khusus seperti para sahabat saat ini,” tandas Asip.

Untuk memotivasi pengurus dan peserta pelatihan, Asip menceritakan bagaimana perjuangan ayahnya semasa hidup. Ayahnya adalah seorang Kiai NU yang lahir dan besar di Kranji, Kedungwuni, dan semasa hidupnya berjuang untuk NU tanpa pamrih.

Kemudian, karena ada pergolakan dengan Belanda tahun 1947-1949, hijrah ke Banjarnegara. Ayahnya memiliki Sembilan anak, namun tak bekerja, hanya mengajar dan mensyiarkan agama lewat NU.

“Dan doktrin ayah saya kepada anak-anaknya sebelum beliau wafat , sampeyan semua berjuanglah untuk NU, kalau sampeyan tidak memperoleh dunia, sampeyan pasti akan mendapat keberuntungan akhirat,” kenang Asip.

Karena itu, dia meminta Ansor dan Banser jangan mudah menyerah, jangan berkecil hati, dan tetap berjuang secara militan dalam bingkai Nahdlatul Ulama.

Sementara itu Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan Azmi Fahmi menyampaikan, kegiatan Suspelat I diselenggarakan PW GPAnsor. PC hanya sebagai pelaksana. Adapun tujuan latihan instruktur untuk mencetak kader-kader Ansor dan Suspelat untuk mencetak kader-kader Banser.

“Untuk itu saya berharap sahabat semua mengikuti latihan ini sampai akhir,” pintanya.

Latihan Instruktur I dan Suspelat I berlangsung tiga hari (27-29 Januari) dan diikuti 80 peserta dari GP Ansor dan Banser Kabupaten dan Kota se-Pantura Raya, serta dari Kabupaten Purbalingga dan Semarang.

Sedangkan Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor, Ahsin Hana, menyampaikan harapannya sebagaimana dikemukakan Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, di tengah maraknya paham radikalisme ini dengan munculnya aliran-aliran yang ingin menggerogoti bangsa ini, maka para sahabat Ansor dan Banser yang merupakan bagian dari NU sebagai benteng berdirinya NKRI.(Alim Mustofa/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *