Home / Ansor / Refleksi Harlah, Pengurus NU Kota Semarang Diminta Perkuat Kaderisasi

Refleksi Harlah, Pengurus NU Kota Semarang Diminta Perkuat Kaderisasi

WhatsApp Image 2017-01-31 at 20.23.40

 

Semarang, ansorjateng.net, Gebyar hari lahir (harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pengurus cabang NU Kota Semarang berlangsung semarak.

Acara yang berlangsung di convention hall Pandanaran Hotel, Selasa (31/1/2017) malam, dihadiri pengurus NU dari berbagai tingkat mulai Wilayah hingga Ranting. Hadir pula pengurus badan otonom, lajnah dan lembaga-lembaga di NU.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam acara tersebut Wakapolda Jateng, Ketua MUI Jateng, Mantan Gubernur Jateng, Sekda Kota Semarang, Ketua DPRD Kota Semarang, Komandan Kodim 0733 BS, Kapolrestabes Semarang, para guru besar dan rektor perguruan tinggi.

Acara dimulai dengan melaksanakan salat Maghrib berjamaah, khotmil Quran, dan tahlil yang dipimipin oleh KH Ahmad Hadlor Ihsan, doa khatmil quran oleh KH A Amdjad. Setelah itu dilanjutkan pembacaan maulid Nabi, potong tumpeng dan refleksi harlah.

Ketua PCNU Kota Semarang KH Anashom M Hum mengungkapkan, salah satu hal penting yang dikuatkan dalam momentun Harlah ini adalah pentingnya merawat toleransi antarsesama anak bangsa.

Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir, sikap intoleran semakin marak dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja ingin memperkeruh suasana. Baik di skala nasional maupun internasional.

“Kita tahu ada pimpinan negara besar yang dalam kampanyenya selalu menunjukkan sikap intoleran, justru terpilih sebagai Presiden. Sebuah gejala dimana suatu gerakan intoleran justru menarik,” ungkapnya.

Maka, ia meminta, pengkaderan organisasi NU sebagai organisasi Islam yang toleran serta terbesar di Indonesia dan dunia, perlu terus lebih digiatkan.

Ia juga mengingatkan, semua kader NU agar jangan sampai memutus tradisi dan jangan sampai melupakan sejarah NU yang tak pernah surut mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Maka, seluruh sekolah yang ada di lembaga pendidikan Ma’arif NU, wajib hafal mars hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman). Pengkaderan NU sebagai organisasi yang toleran harus lebih digiatkan,” tegas Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo ini.

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqah, juga mengimbau pada semua umat Islam khususnya nahdliyin untuk memperkuat ajaran Islam ala ahlussunnah wal jama’ah. Selain itu, NU memiliki tugas besar menjaga persaudaraan dan keutuhan NKRI.

“NU adalah salah satu Ormas yang konsisten menyangga NKRI. Ini harus dipahami oleh kader-kader NU dari yang paling atas sampai tingkatan anak ranting,” tegasnya.(Rifqi/Huda)

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *