Home / Ansor / Kapolri Instruksikan Jajaran Sampai Polsek Pererat Kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah

Kapolri Instruksikan Jajaran Sampai Polsek Pererat Kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah

Halaqoh

Banten, ansorjateng.net, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, menginstruksikan pada seluruh jajaran kepolisian mulai tingkat Polda, Polres, hingga Polsek, untuk mempererat jalinan kerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Saya minta semua sampai Polsek kerjsama dengan NU dan Muhammadiyah, jangan yang lain. Yang lain nomor sekian,” tegasnya di hadapan peserta Silaturahim dan Dialog Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren, Syuriah PCNU se-Banten, di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Rabu (8/2/2017).

Ia berharap ke depan NU semakin solid dengan Polri. Bila perlu, kata Kapolri, dibuatkan MoU (Memorandum of Understanding) antara Polri dan NU agar kerjasamanya semakin strategis.

Dalam tataran operasionalisasi, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh tingkatan di jajaran Polri untuk memperkuat peran NU, termasuk Muhammadiyah. Jadi, tegas Kapolri, kegiatan silaturahmi/halaqah di setiap daerah harus didukung.

“Harapan kami hanya pada dua Ormas Islam besar itu, selagi NU dan Muhammadiyah jadi panutan seluruh Indonesia, kita yakin kita tak akan pecah seperti Syiria, Mesir, Irak, Libya. Sebab mereka jelas,” tegasnya.

Tito juga berharap, NU dan Muhammadiyah yang telah bersusah payah membangun bangsa ini, ke depan terus menjaga keutuhan NKRI. Polri bersama TNI siap kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah serta mengajak kelompok nasionalis.

Sperti dikutip dari NUOnline, Kapolri juga menilai halaqah ulama yang kerap digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) punya peran penting dalam mendinginkan situasi politik nasional yang kian dinamis.

“Halaqah ulama menjadi penting untuk ikut mendinginkan situasi politik yang terjadi,” ujarnya.

Di era demokrasi yang terbuka ini, kata Kapolri, dapat memberikan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Dampak positifnya adalah terjadinya mekanisme check and balance di dalam sistem pemerintahan. Sedangkan dampak negatifnya adalah kebebasan yang begitu terbuka, sehingga menjadi ancaman keamanan Negara.

NU, lanjut Kapolri, memiliki wajah tersendiri. NU dalam perjalanannya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan local wisdom (kearifan lokal). NU menurutnya, mampu mengambil peran memberikan pengaruh secara internasional terkait Islam Nusantara, yang oleh pandangan Kapolri sebagai Islam yang ramah, penuh toleransi, damai.

“NU menampilkan wajah Islam yang pengembangannya dengan kata-kata (word) – cara-cara yang santun, bukan dengan pedang (sword)- perang, layaknya perkembangan Islam di kawasan Timur Tengah,” tegasnya.(NUOnline/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *