Home / Ansor / Banser Gemakan Sholawat Badar Saat Bubarkan Acara Anti Pancasila

Banser Gemakan Sholawat Badar Saat Bubarkan Acara Anti Pancasila

Acara Khilafah HTI yang dibubarkan Polisi dan Banser di hotel Grasia Semarang.
Acara Khilafah HTI yang dibubarkan Polisi dan Banser di hotel Grasia Semarang.

Semarang, Ansorjateng.net, Ribuan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari Semarang Raya (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, Grobogan), mendatangi tempat digelarnya acara peneguhan khilafah di hotel Grasia Kota Semarang, Minggu (9/4/2017) malam.

Di acara yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jateng itu, para ribuan personel Banser berkumpul di depan gedung tempat digelarnya acara.

Saat perwakilan jajaran Banser menemui pimpinan HTI Jateng di dalam gedung, sementara di luar gedung ribuan personel Banser terus menggemakan salawat badar, bermujahadah, menyanyikan lagu Syubbanul Wathon, yel-yel kebangsaan, dan desakan agar kegiatan HTI tersebut dibubarkan.

Banser Ansor tak sendirian, Banser didukung oleh sejumlah Ormas Kepemudaan lain di Semarang di antaranya Pagar Nusa, Laskar Merah Putih, Patriot Garuda Nusantara (PGN), FKPPI, Corp Brigade Pembangunan (CBP) IPNU. Mereka satu suara menggelorakan NKRI harga mati.

“Marilah kita berdo’a bersama semoga kegiatan HTI ini adalah yang terakhir di Jawa Tengah dan di mana pun juga,” ujar salah satu personil Banser yang memimpin orasi.

Aksi yang mendapat pengawalan ketat aparat keamanan dari sabhara dan polda Jateng berjalan dengan tertib. Tak ada kontak fisik yang dilakukan oleh massa.

Sementara di dalam gedung, mediasi yang dipimpin Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyasa Seno Aji berjalan alot. Jajaran Satkorwil Banser menyatakan sikap, tak ada istilah negosiasi bagi pihak manapun yang anti Pancasila dan Islam Radikal di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mediasi berlangsung sekitar 3 jam, karena pihak HTI yakni Ketua DPD 1 HTI Jateng Abdullah, didampingi pengurus lainnya yakni Irwan Saifullah dan Ainul Yakin, tetap memaksa agar kegiatan bisa berjalan.

Alotnya mediasi, karena HTI tak mau menjelaskan pada Kapolrestabes tentang maksud dan isi dari kegiatan yang dilaksanakan HTI. Mengingat kegiatan ini tak mengantongi izin dari kepolisian maupun Pemkot Semarang. HTI juga tidak menjelaskan tentang Khilafah dan sebagaimana yang dimaksudkan.

Karena tak bersedia memberi penjelasan, dan terus berkelit dengan berbagai alasan, selanjutnya kapolrestabes memutuskan bahwa kegiatan tersebut harus dibubarkan. Pihaknya juga mengancam, jika tak segera dibubarkan maka aparat tak bertanggungjawab jika terjadi sesuatu terkait keamanan di lokasi.

“Kami sudah memberi peringatan, jika terjadi sesuatu maka anda (HTI) yang kami mintai pertanggungjawaban. Maka suka atau tidak suka pada saya, kegiatan ini saya batalkan,” tegas Kapolrestabes.

Setelah ada keputusan dari Kapolrestabes, saat itu juga Wakasatkorwil Banser Jateng Naga Bonar, menjamin keselamatan pada para pengikut HTI untuk keluar hotel. Tanpa menunggu lama, Densus 99 Banser langsung mengawal ketat para pimpinan HTI untuk segera pergi dari hotel.

Sementara sekitar 30 orang perempuan pengikut HTI lainnya, dipulangkan oleh personel Sabhara Polrestabes Semarang dengan kendaraan Barakuda. Sedangkan beberapa spanduk bertuliskan “Khilafah Kewajiban Syar’i, Jalan Menuju Kebangkitan Umat, Sosialisasi Khilafah” diamankan oleh personil Banser.

Adapun alasan Banser membubarkan acara itu, karena acara tersebut secara nyata beragenda untuk mengganti Pancasila dan mengubah NKRI menjadi Khilafah.

Selain itu, Polisi sudah melakukan negosiasi jauh hari terhadap pihak pengelola hotel Grasia sebagai antisipasi terhadap timbulnya kerawanan sosial, namun tidak diperdulikan.

Maka selanjutnya, Bersama Ansor NU, Pagar Nusa serta elemen masyarakat sipil lainnya menuntut Pemerintah agar membubarkan HTI. Serta melakukan proses hukum terhadap mereka yang nyata-nyata hendak mengganti idelogi Pancasila dan mengubah NKRI.(Huda)

About Ansor Jateng

Check Also

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas …

One comment

  1. Tetap semangat GP Anshor. Tetap jaga NKRI dan NU dari rongrongan paham radikalis dan anti Pancasila dan NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *