Home / Ansor / Akhmad Muqowam Minta Santri Harus Hapal Sumpah Pemuda

Akhmad Muqowam Minta Santri Harus Hapal Sumpah Pemuda

Anggota MPR RI Akhmad Muqowam, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di kalangan santri dan pelajar, di Pondok Pesantren Kyai Gading, Candisari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Sabtu (15/4/2017).
Anggota MPR RI Akhmad Muqowam, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di kalangan santri dan pelajar, di Pondok Pesantren Kyai Gading, Candisari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Sabtu (15/4/2017).

Demak, Ansorjateng.net, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Akhmad Muqowam, berharap para pelajar dan santri harus hapal lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan harus hapal serta paham isi dari bunyi putusan Sumpah Pemuda.

Hal itu diungkapkannya saat sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) di kalangan santri dan pelajar, di Pondok Pesantren Kyai Gading, Candisari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Sabtu (15/4/2017).

Saat sosialisasi di Pondok Pesantren Kyai Gading, Candisari, Kecamatan Mranggen tersebut, Muqowam mencoba berinteraksi langsung dengan para santri.

Misalnya, meminta sejumlah santri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengajarkan cara bersikap ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan, mengucapkan Sumpah Pemuda, dan lainnya.

Menurutnya, empat pilar kebangsaan ini penting. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir ini, mulai luntur karena kurang berkembangnya pemahaan dan penghargaan tentang kemajemukan. Dampaknya, radikalisme terus berkembang.

“Hari ini, Pancasila memiliki tantangan yang luar biasa,” tegasnya.

Sedangkan manfaat lain dari pemahaman dan pemantapan empat pilar kebangsaan ini bagi para pelajar, adalah ketika para generasi muda ini nantinya tak berjuang di daerah kelahirannya, maka selalu siap berjuang demi bangsa di manapun selama ada di Indonesia.

“Ini salah satu pentingnya empat pilar kebangsaan,” ungkapnya.

Saat ditemui usai acara, Anggota MPR yang berasal dari Jawa Tengah ini, mendorong adanya evaluasi terhadap sistem sosialisasi empat pilar kebangsaan antaralain Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, yang selama ini dilakukan oleh DPD/MPR RI.

Menurutnya, jika sosialisasi empat pilar hanya dilakukan oleh kalangan MPR/DPD, dinilai tak cukup jika melihat luasnya wilayah Indonesia dan banyaknya jumlah penduduk di negeri ini. Terlebih, di negara ini terdapat banyak kelompok yang tak mungkin semuanya bisa disentuh oleh para anggota MPR/DPD.

“Maka sebaiknya sosialisasi terhadap empat pilar itu tidak semata-mata menjadi dominasi dari MPR, karena ruangnya terbatas. Kadang ruang politik lebih utama, masyarakat yg di luar politik tidak tersentuh,” kata Muqowam.

Sebab, kata Muqowam, sosialisasi empat pilar yang dilakukan oleh anggota MPR/DPD selama ini hanya dilakukan di kalangan masyarakat yang aktif sebagai kader maupun simpatisan partai politik. Sementara masyarakat yang tak berafiliasi di partai politik, sama sekali tak tersentuh.

“Misalnya ada anggota DPR/MPR/DPD, sosialisasinya ya ke simpatisan partainya, sehingga masyarakat yang non politik tidak terkover sosialisasi empat pilar ini,” ungkapnya.

Maka, evaluasi sistem sosialisasi yang dilakukan MPR perlu dievaluasi. Menurutnya, perlu ada instrument lembaga lain yang diberikan kewenangan khusus untuk dapat sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Hal itu, kata Muqowam, sangat penting. Mengingat kondisi bangsa dalam beberapa waktu terakhir, rasa nasionalisme dan kebhinekaan di kalangan warga negara, utamanya para remaja mulai berkurang.

“Sebab kalau hanya mata pelajaran formal (pemantapan empat pilar kebangsaan di sekolah,red) pun tidak cukup, karena parameternya berbeda, meski substansi sama,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Gading, Fahsin M Fa’al, menegaskan bahwa paham radikalisme saat ini sudah mulai masuk ke kalangan pelajar. Kurangnya pembelajaran dan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan di lembaga pendidikan, membuat remaja mudah terhasut.

“Ini tugas semua pihak, mulai dari pemerintah di semua tingkatan instansi, pengelola lembaga pendidikan, orangtua, sampai masyarakat yang harus peduli dengan lingkungannya,” kata Fahsin.(Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *