Home / Ansor / Ketum GP Ansor Peringatkan Banser Jangan Mudah Terprovokasi dan Jangan Memulai

Ketum GP Ansor Peringatkan Banser Jangan Mudah Terprovokasi dan Jangan Memulai

Foto/Merdeka.com
Foto/Merdeka.com

Jakarta, Ansorjateng.net, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Quomas atau Gus Tutut saat menjadi inspektur dalam apel kebangsaan dan kemah kemanusiaan, di lapangan utama Bumi Perkemahan Ragunan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2017), berharap umat Islam tetap bersatu.

Dalam apel yang digelar oleh PP GP Ansor yang diikuti puluhan ribu personel Banser ini sekaligus menyambut hari lahir ke-83 GP Ansor, termasuk meneguhkan semangat kader Ansor-Banser dalam membawa khazanah Islam untuk perdamaian dunia.

Gus Tutut menegaskan, di tengah situasi dan kondisi bangsa yang mengalami rongrongan ideologi, kader Banser harus tetap memiliki komitmen mengawal Pancasila dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saudara diajak apel tentu bukan tanpa maksud. Kita ingin menunjukan pada dunia, ingin menunjukan pada orang-orang di luar sana, ketika bangsa ini menghadapi ancaman dari siapapun maka Banser selalu berada di garda terdepan,” tandas Gus Tutut.

Bahkan, lanjutnya, Ansor-Banser tak perduli apakah ketika aparat keamanan baik polisi maupun TNI terkesan diam saja melihat ancaman pada negara. Namun Banser menegaskan, keberadaannya tetap di garda terdepan menjaga Indonesia.

“Kita tak perduli apakah aparat keamanan baik kepolisian melihat ancaman negeri ini mereka diam, kita nggak perduli. Syukur mereka mau di depan, tapi kalau tidak, siapkah sahabat-sahabat berada di garda terdepan?” tegas Gus Tutut, disambut jawaban “Siap” dan gema takbir “Allahu Akbar” oleh ribuan personel Banser.

Gus Tutut juga berpesan, seluruh personel Banser diminta jangan mudah terprovokasi, baik selama mengikuti kemah kemanusiaan di Jakarta maupun usai kegiatan ini. Ia meminta jangan mempedulikan ketika ada yang melakukan bully maupun mengeluarkan ungkapan hinaan.

“Kita ditertawakan biasa saja, jangan pernah terprovokasi. Tapi kalau mereka coba pukul sekali, kita akan pukul mereka 10 kali. Sekali lagi jangan pernah memulai, jangan pernah memulai,” tegasnya.

Ia berharap, Banser cukup bersiaga. Mengenai keamanan, cukup menyerahkan semuanya pada pihak berwajib yakni kepolisian.

“Kita bergerak ketika ada orang yang mengganggu kita, jangan memulai dahulu, paham!” tandas gus Tutut.

Ia menegaskan, Banser tak pernah peduli berapa banyak yang harus dihadapi, tak pernah berhitung berapa lawan yang harus ditaklukan. Sebab kekuatan yang dimiliki Banser jauh lebih besar dari para penantangnya.

“Mereka yang mengatakan negara ini thoghut, mereka yang mengatan Indonesia negara kafir, Indonesia tak mengikuti syariah, itu tak ada apa-panya bagi kita. Sebab kita yakin kehadiran kita bukan hanya fisik tapi juga bersama malaikat-malaikat Allah,” tandasnya.

Gus Tutut juga menegaskan, bahwa siapapun yang berpendapat negara Indonesia tidak sesuai syariah Islam maka orang tersebut berarti tak pernah belajar sejarah. Berdirinya Indonesia ini salah satunya atas perjuangan para Kiai, di antaranya KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Hasbullah, dan Kiai NU lainnya yang berjuang demi kemerdekaan.

“Itu artinya Indonesia sudah sesuai syariah, karena tidak mungkin Kiai kita menegakan kemerdekaan Indonesia jika tak melalui pertimbangan syariah. Jadi kalau hari ini kalau ada kelompok-kelompok yang mencoba meruntuhkan kedaulatan negeri ini, menghancurkan kebhinekaan negeri ini, maka tak ada pilihan lain selain harus kita lawan, harus kita lawan, harus kita lawan,” tegasnya.

Maka, menjaga tegaknya Indonesia, menjaga kebhinekaan Indonesia, sama artinya dengan menjaga warisan para Ulama NU. Sehingga jika ada yang mencoba meruntuhkan Indonesia sama artinya dengan menghina warisan para Kiai atau Ulama.

“Sama juga dengan menghina harga diri kita. Saya yakin sahabat-sahabat sangat memahami ini,” tuturnya.(Ansorjateng/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Aska FC Babat Habis Al Itqon FC dengan Skor 5-1 di Laga Perdana

Kendal, ansorjateng.net, Pada laga perdana Liga Santri Nusantara (LSN) Regional 1 Jawa Tengah, di Lapangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *