Home / Ansor / Apel Penutupan Kemah Bakti, Banser Jateng Pertegas Sebagai Penjaga NKRI

Apel Penutupan Kemah Bakti, Banser Jateng Pertegas Sebagai Penjaga NKRI

IMG_5487

Batang, Ansorjateng.net, Ribuan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai daerah di Jawa Tengah, menghadiri Apel Kesetiaan pada NKRI, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Senin (24/4).

Apel sebagai puncak kegiatan Kemah Bakti II 2017 GP Ansor Jateng sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) 83 GP Ansor tersebut, diikuti oleh perwakilan kader Ansor dan Banser dari kabupaten dan kota se Jateng.

“Ansor lahir tahun 1934 atau sebelum republik ini berdiri. Maka Maka konsekuensinya Ansor Banser memiliki tanggungjawab untuk menjaga perjuangan ulama yang susah payah mendirikan dan memperjuangkan kemerdekaan republik ini,” kata Kasatkorwil Banser Jateng, DR Hasyim Asyari saat menjadi Inspektur Apel, Senin (24/4).

Ia menjelaskan, Kemah Bakti ini merupakan yang kedua setelah yang pertama digelar di Kabupaten Semarang 2016 lalu. Kegiatan ini selain ajang silaturahmi antar kader, juga sebagai ajan untuk konsolidasi. Di dalamnya terdapat kegiatan lomba-lomba untuk memeriksa keterampilan dan keahlian para kader.

IMG_5444

IMG_5438

Adapun pemilihan lokasi di pedesaan, menurutnya ingin menunjukan bahwa basis Ansor Banser ada di desa. Artinya keberadaan organisasi ini tak hanya eksis di perkotaan atau mengambang, melainkan sampai mengakar di semua pelosok.

“Sebab organisasi ini dibentuk oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Buktinya, kemah ini untuk konsumsi ditanggung oleh masyarakat kecamatan Bandar, ini artinya masyarakat bersatu padu bergerak bersama Ansor Banser,” tandasnya.

Secara idelogi, lanjutnya, kader Ansor dan Banser sudah berjanji untuk setia dan menjaga NKRI melalui ideologi Aswaja an-Nahdliyah. Sehingga ketika ada pandangan yang radikal dan ekstrim, itu menjadi bagian yang akan dihadapi Banser.

IMG_5446

“Jadi, kita adalah bagian dari NU yang selalu menampilkan ideologi keseimbangan dan perdamaian, bukan ekstrim kanan maupun kiri. Karena itu sudah jadi pandangan kami maka sikap kami pada ekstrimis adalah bagian yang harus dihadapi. Semua dalam rangka kerangka menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Usai digelarnya Kemah Bakti dan Apel Kesetiaan NKRI ini, para kader Banser harus kerjasama dengan Rijalul Ansor yang biasanya menggelar majelis dzikir dan pengajian. Serta membentengi masyarakatnya dari paham-paham radikal.

Kasatkorwil Banser Jateng DR Hasyim Asyari menyalami peserta kemah bakti.
Kasatkorwil Banser Jateng DR Hasyim Asyari menyalami peserta kemah bakti.
Ketua PW GP Ansor Jateng, Ikhwanuddin dipanggul.
Ketua PW GP Ansor Jateng, Ikhwanuddin dipanggul.

 

“Minimal setiap Jumatan, masjid dijaga Banser, itu untuk menunjukan bahwa tidak boleh ada khotbah ataupun pengajian yang bersifat radikal dan ekstrim di masjid. Itu juga untuk menepis bahwa Banser menjaga Gereja saja, lagi pula sudah jelas Banser melakukan amaliah di masjid sehari-hari,” tandasnya.

Sebelum penutupan, Banser Jateng juga bersilaturahmi ke kediaman Maulana Habib Luthfi Pekalongan. Habib Luthfi berpesan bahwa Ansor Banser harus bersungguh-sungguh dalam berorganisasi.

“Ansor Banser harus sungguh-sungguh berorganisasi, tidak boleh main-main, tidak boleh setengah-setengah, karena Ansor dan Banser garda terdepan menjaga NKRI, menjaga paham aswaja an-nahdliyah,” ungkap Hasyim mengucapkan pesan Habib Luthfi.

IMG_5452

Selain Apel, sebelumnya juga digelar sarasehan kebangsaan sekaligus pembukaan yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Quomas, Anggota DPD RI Achmad Muqowam, dan Ketua PWNU Jateng Dr Abu Hapsin.

Selain itu ada juga kegiatan Ansor Bersholawat di komplek Ponpes Darul Islah Desa Tombo. Selama kemah, juga ada perlombaan-perlombaan semisal PBB, pembuatan proposal bisnis, dan multimedia. Pada perlombaan ini, Kabupaten Jepara menjadi Juara Umum dan sekaligus menjadi tuan rumah Kemah Bakti III tahun 2018 mendatang.

Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Quomas mengatakan, ada tiga manfaat yang dapat diambil dari kemah bakti ini. Yaitu Hablu Minallah yang artinya di lokasi kemah semuanya serba terbatas, maka dalam keterbatasan semua harus selalu ingat pada sang pencipta Allah SWT.

Kemudian hablu minannas, yakni mengajarkan pada semua saling berinteraksi antar satu dengan yang lain dalam keterbatasan. Semuanya harus saling kerjasama bahu membahu. Kemudian hablu minal alam, yakni merasakan bagaimana hidup yang bersentuhan langsung dengan alam.

“Sebab jika tidak berbaik dengan alam maka habislah kita. Banyak contoh alam marah dan kita tak bisa berbuat apapun,” katanya.(*)

About Ansor Jateng

Check Also

LBH Ansor Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penyerangan pada Perayaan HUT RI

  Semarang, ansorjateng.net, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor mendesak pada kepolisian untuk melanjutkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *