Home / Ansor / Ini Kronologi Kasus Sugi Nur Raharja yang Hina NU dan Banser

Ini Kronologi Kasus Sugi Nur Raharja yang Hina NU dan Banser

Suasana di Polrestabes Semarang

Ansorjateng.net, Semarang – Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Kota Semarang mengambil langkah bijak terhadap pernyataan yang disampaikan oleh seorang tokoh masyarakat yakni Sugi Nur Raharja atau pemilik nama panggung Gus Nur.

Langkah itu menyusul pernyataannya yang selalu mengandung provokasi dan menimbulkan keresahan umat Islam.

Runtutan peristiwa tersebut bermula GP Ansor Kota Semarang mendapatkan informasi adanya kegiatan “Galang Dana untuk Rohingya dalam Festival Muharram” yang akan diselenggarakan 15 Oktober 2017 di Masjid Al Hikmah Pedurungan Semarang dan Masjid At Taqwa Halmahera Semarang Timur.

Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang Rahul Saiful Bahri menuturkan, kegiatan tersebut menghadirkan Gus Nur. Dalam catatan GP Ansor, Gus Nur dikenal melalui media sosial (medos) dengan konten bernuansa provokatif.

Dari video-video yang banyak diunggah di medsos, pria yg sekarang tinggal di Palu Sulawesi itu sering menyampaikan pernyataan yang menyinggung dan menjelek-jelekkan NU, Ansor/Banser, Pemerintah, juga TNI dan Polri.

“Atas dasar tersebut GP Ansor Semarang segera bertindak, memantau kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Pada kegiatan yang di masjid Al Hikmah Pedurungan, Semarang, ceramah dimulai pukul 12.15. Awalnya Gus Nur berbicara dengan nada menggebu-gebu dan sempat mengatakan “BANSER NGGATHELI”.  Kemudian menyebar propaganda dengan membandingkan antara Banser, KOKAM dan HTI.

Di tengah-tengah ceramah seorang panitia, lanjut Rahul, naik ke panggung dan berbisik padanya, dan seketika ia menurunkan intonasi ceramah dan menjadi lebih santun.

Malam harinya, kegiatan berlanjut di di Masjid At-Taqwa Halmahera, Semarang Timur, dimulai pukul 20.00-22.15. Dalam acara ini tidak ada pernyataan sepanas seperti yang disampaikan di Pedurungan.

Usai acara, beberapa personil Banser mendatangi panitia untuk bertemu dengan Gus Nur, dan berhasil menemui di mobilnya. Kemudian salah satu anggota Banser masuk ke dalam mobilnya dan mengarahkan menuju Polrestabes Semarang.

Sekitar pukul 23.00, dilakukan tabayun atas statemennya pada siang hari dan beberapa statementnya yang diunggah ke medos. Pada pertemuan itu, Gus Nur menyatakan permohonan maaf pada sahabat Banser.

“Sahabat Banser menerima permohonan maaf dengan lapang dada,” ujar Rahul.

Sebagai bentuk momitmen agar yang bersangkutan tidak mengulangi kesalahannya, permohonan maaf ditulis dalam bentuk surat pernyataan permohonan maaf bermaterai yang ditandatangan oleh Sugi Nur Raharja, dan GP Ansor Kota Semarang yang diwakili oleh Sekretaris PC, serta Polrestabes Semarang.

Namun ternyata hasil mediasi tidak dipatuhi dengan baik. Pada hari berikutnya yakni Senin(16/10/17), yang bersangkutan justru mengunggah videonya di Semarang dengan caption yang memojokkan Banser.

“Dia juga memposting di akun “Gusnur Ngaji Bareng” status dan foto provokatif terhadap Banser,” tegas Rahul.(AnsorKotaSemarang/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Selamat Jalan Mahfudz Basori Sang Pelopor Kemandirian NU di Tegal

Tegal, ansorjateng.net, KH Mahfudz Basori mempelopori kemandirian NU dengan meningkatkan ekonomi umat melalui pembentukan Baitul Mal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *