Home / Ansor / Khianati Kemufakatan, Ansor Kota Semarang Laporkan Sugi Nur Raharja ke Mapolda Jateng

Khianati Kemufakatan, Ansor Kota Semarang Laporkan Sugi Nur Raharja ke Mapolda Jateng

Perwakilan PC GP Ansor Kota Semarang dan LBH Ansor Jateng usai melaporkan Sugi Nur Raharja ke Mapolda Jateng.

Semarang, Ansorjateng.net – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah, melaporkan Sugi Nur Raharja atau pemilik nama panggung Gus Nur, ke Mapolda Jawa Tengah, Selasa (17/10/2017) malam.

Laporan tersebut menindaklanjuti adanya umpatan yang disebarluaskannya melalui media sosial (medsos), dan mengandung unsur mencemarkan nama baik lembaga terhormat Nahdlatul Ulama (NU) dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

“Juga terkait tayangan di youtube yang sangat provokatif juga ujaran kebencian, penghinaan dan pencemaran nama baik NU dan Banser,” kata Advokat Taufik Hidayat,  dari Kantor LBH PW GP Ansor Jawa Tengah, Kamis (19/10/2017).

Ia menegaskan, apa yang dilakukan oleh Gus Nur telah mengkhianati kesepakatan bersama yang sudah dilakukan sebelumnya, antara Gus Nur dengan berbagai pihak, yakni Gus Nur dengan Banser Kota Semarang beserta Polrestabes Semarang.

“Adapun materi laporan kami adalah terkait juga tayangan di youtube Gus Nur, yang jelas-jelas melanggar pasal 27 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana 4 tahun penjara,” tandas Taufik.

Sebelumnya, Banser Kota Semarang sudah mengambil langkah bijak dengan melakukan tabayun atas pernyataannya yang menjelekan lembaga NU dan Banser saat yang bersangkutan sedang ‘manggung’ di Kota Semarang, 15 Oktober 2017.

Usai acara di Semarang, beberapa personil Banser mendatangi panitia penyelenggara kegiatan untuk bertemu dengan Gus Nur, dan berhasil menemui di mobilnya. Kemudian salah satu anggota Banser masuk ke dalam mobilnya dan mengarahkan menuju Polrestabes Semarang.

Sekitar pukul 23.00, dilakukan tabayun atas statemennya yang menjelekan Banser dan beberapa statementnya yang diunggah ke medos. Pada pertemuan itu, Gus Nur menyatakan permohonan maaf pada sahabat Banser.

“Sahabat Banser menerima permohonan maaf dengan lapang dada,” ujar Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang, Rahul Saiful Bahri.

Sebagai bentuk komitmen agar yang bersangkutan tidak mengulangi kesalahannya, permohonan maaf ditulis dalam bentuk surat pernyataan permohonan maaf bermaterai yang ditandatangan oleh Sugi Nur Raharja, dan GP Ansor Kota Semarang yang diwakili oleh Sekretaris PC, serta Polrestabes Semarang.

Namun ternyata hasil mediasi tidak dipatuhi dengan baik. Pada hari berikutnya yakni Senin(16/10/17), yang bersangkutan justru mengunggah videonya di Semarang dengan caption yang memojokkan Banser. Hingga akhirnya pada Selasa (17/10/2017) dilaporkan ke Mapolda Jateng oleh GP Ansor Kota Semarang.

“Dia juga memposting di akun “Gusnur Ngaji Bareng” status dan foto provokatif terhadap Banser,” tegas Rahul.(Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Selamat Jalan Mahfudz Basori Sang Pelopor Kemandirian NU di Tegal

Tegal, ansorjateng.net, KH Mahfudz Basori mempelopori kemandirian NU dengan meningkatkan ekonomi umat melalui pembentukan Baitul Mal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *