Home / Ansor / Kiai Budi Harjono Sebut Gus Dur Adalah Pejuang Cinta

Kiai Budi Harjono Sebut Gus Dur Adalah Pejuang Cinta

Semarang, Ansorjateng.net, Banyak orang-orang yang pernah bersinggungan langsung dengan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), mengungkap kekagumannya pada sosok mantan Ketua Umum PBNU itu. Tak terkecuali Kiai Budi Harjono.

Ia menceritakan, dirinya kenal dengan Gus Dur sejak 1982. Diawali dari membaca tulisan-tulisan Gus Dur yang bertebaran di media masa. Tseiring berjalannya waktu, membawa Kiai Budi akhirnya bertemu langsung dengan Gus Dur awal tahun 1990an.

Pengalamannya tersebut, ia sampaikan saat Kiai Budi hadir dalam Halaqah Kebangsaan dengan kegiatan Ngaji Wirausaha dengan tema “Kemandirian Ekonomi Umat dalam Perspektif Ulama” di pesantren yang ia asuh yakni Ponpes Al-Ishah Meteseh, Tembalang, Jumat (3/11/2017).

Gus Dur memiliki perjalanan intelektual yang cukup unik. Dalam pengamatan Kiai Budi, Gus Dur memiliki intelektual yang original dan komprehensif pada awal-awal paska kepulangan dari luar negeri dengan melihat karya tulisannya. Kemudian pada awal tahun 1990an pemikiran Gus Dur mulai terlihat ngepop.

“Gus Dur adalah cinta,” ungkap Kiai Budi.

Dalam pemahaman Kiai Budi, cinta bagi Gus Dur tetesannya sangat besar. Sehingga banyak sekali hal-hal kadang menurut masyarakat umum tak benar namun bagi Gus Dur terus saja dikerjakan, bahkan sebaliknya. Menurutnya, terdapat nilai cinta yang amat dalam terhadap kemanusiaan.

Selain itu, Gus Dur membangun ukhwah insaniyyah selain menguatkan ukhwah islamiyyah dan ukhwah wathaniyyah. Dengan ukhwah insaniyyah inilah Gus Dur mampu dikenal dan dikenang di Indonesia hingga dunia. Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang mampu membangun toleransi.

Kia Budi juga menceritakan pengalaman lain, ketika ia ziarah di makam Gus Dur, dirinya bertemu dengan etnis Tionghoa dari Yogyakarta. Orang ini sempat menitikkan air mata ketika di makam Gus Dur.

Dalam percakapannya, orang tersebut menyatakan menyesal tak sempat bertemu langsung dengan Gus Dur. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa yang telah dipelopori Gus Dur dalam membina kerukunan dan membangun bangsa ini.

Gus Dur memiliki keragaman dalam berfikir pada Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu Gus Dur dirasakan merupakan rahmat bagi Indonesia hingga sekarang ini. Dalam obrolan singkat itu, Kiai Budi berpesan agar selalu cinta tanah air.

“Semoga di Semarang ini lahir anak-anak yang memiliki semangat kebangsaan,” tutup Kiai Budi. [Zulfa/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Selamat Jalan Mahfudz Basori Sang Pelopor Kemandirian NU di Tegal

Tegal, ansorjateng.net, KH Mahfudz Basori mempelopori kemandirian NU dengan meningkatkan ekonomi umat melalui pembentukan Baitul Mal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *