Home / Ansor / Pesta Durian Meriahkan Konferwil di Pekalongan

Pesta Durian Meriahkan Konferwil di Pekalongan

Pekalongan, ansorjateng.net, Konferensi Wilayah (Konferwil) Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah 2017 telah bergulir. Suasana di sekitar GBU Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/11/2017), nampak terlihat meriah.

Peserta dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Cabang (PC) se Jawa Tengah, mulai berdatangan. Ada yang datang dengan naik bus dan mobil pribadi.

Sementara di sekitar lokasi, stand-stand dari berbagai hasil UMKM kader Ansor se Jateng juga telah dibuka. Mulai batik, sarung, kemeja, peci, kaus, hingga buah durian hasil panen dari daerah masing-masing.

Salah satunya stand durian dari PAC GP Ansor Doro Kabupaten Pekalongan. Stand ini berada di antara stand penjaja uniform Ansor Banser dan makanan lainnya.

Stand duren ini paling ramai dikunjungi peserta, mereka menyantap durian sembari bercengkerama dengan kader Ansor dari daerah lain. Praktis, stand ini menjadi lokasi pesta durian dadakan.

Gunawan (27), penjaga stand durian mengatakan, Pekalongan baru musim durin. Sehingga ini menjadi peluang usaha bagi PAC setempat untuk turut serta mendulang keuntungan dari bazar di Konferwil GP Ansor Jawa Tengah 2017 ini.

“Durian merupakan produktivitas petani setempat. Jika musim seperti ini buahnya melimpah keuntungan juga lumayan,” katanya.

Dia menjual durian mulai harga Rp 35 ribu hingga Rp 80 ribu. Harga itu tentu bisa ditawar asalkan dia dapat keuntungan.

Salah seorang pembeli dari Kota Semarang, Taufik Hidayat mengatakan, sembari menunggu rangkaian acara Konferwil dirinya sengaja berkeliling melihat stand. Ternyata ada yang menjajakan durian.

“Wow, kami sungguh takjub nelihat durian sebesar ini, enak manta blah,” Begitu kata konsumen yang bernama Taufik.(Mus/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Selamat Jalan Mahfudz Basori Sang Pelopor Kemandirian NU di Tegal

Tegal, ansorjateng.net, KH Mahfudz Basori mempelopori kemandirian NU dengan meningkatkan ekonomi umat melalui pembentukan Baitul Mal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *