Home / Ansor / Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Setelah Terpilih, Gus Sholah Akan Perkokoh Organisasi, Kader dan Jaringan

Sholahudin Aly (Gus Sholah) saat penyampaian sambutan usai terpilih melalui musyawarah mufakat sebagai Ketua GP Ansor Jateng, melalui Konferwil di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/11/2017) malam.

Semarang, ansorjateng.net, Ketua GP Ansor Jawa Tengah terpilih, Sholahudin Aly atau Gus Sholah, memiliki tugas tidak ringan untuk menahkodai Ansor Jateng ke depan. Baik tantangan internal maupun eksternal.

Saat menyampaikan pemaparan usai terpilih melalui rapat pleno Konferwil Ansor Jateng, di GPU Kajen Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/11/2017) malam, ia mengungkapkan tantangan-tantangan utama adalah mengoordinasi sejumlah 35 PC dan 430 PAC se Jawa Tengah.

“Tanggungjawab ke depan mengoordinasi 35 daerah dan mengawal 430 PAC se Jateng tentu bukan tugas ringan. Tapi kehadiran sahabat-sahabat di sini memunculkan semangat dari dalam diri saya bahwa jika kita bersama-sama insya allah bisa memajukan Ansor di Jateng,” tegasnya.

Gus Sholah yang sebelumnya menjabat Sekretaris PW GP Ansor Jateng, mengungkapkan, secara kuantitas kelembagaan GP Ansor sudah tidak meragukan lagi. Bahkan banyak pihak yang ingin mendekat. Tentu ini menjadi posisi tawar tersendiri dan dapat diperhitungkan semua pihak.

“Maka saya harap kawal nama baik organisasi kita ini di mata semua stakeholder. Tugas kita adalah bagaimana ke depan membangun organisasi yang semakin kokoh,” tandasnya.

Menurutnya, ada dua hal yang menjadi titik garapan Ansor Jateng. Pertama adalah tertib administrasi, karena dari catatan yang ia miliki dari hasil akreditasi mestinya banyak PAC dan PC yang nilainya tak hanya B tapi bisa A. Persoalannya adalah perihal dokumentasi atau arsiparis masih sangat lemah.

Selain itu, ke depan yang menjadi pekerjaan rumah terberat adalah melakukan kaderisasi hingga menciptakan kader yang unggul serta siap ditempatkan di berbagai medan.

Kader-kader Ansor harus bisa menduduki tempat-tempat strategis untuk kepentingan organisasi, bangsa dan Islam ‘ala Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah.

“Rijalul Ansor juga harus terus diperkokoh untuk memperkuat tradisi ahlussunnah wal jamaah annahdliyah,” katanya.

Tantangan yang paling nyata di depan mata, lanjutnya, adalah upaya membentengi masyarakat dari ideologi-ideologi Islam radikal.(Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Konfercab NU Banyumas Bersih Dari Kepentingan Politik

  Banyumas, ansorjateng.net, Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas yang berlangsung saat ini, Minggu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *