Home / Ansor / Kabupaten Semarang Siapkan 350 Kader Ansor dan Banser Baru

Kabupaten Semarang Siapkan 350 Kader Ansor dan Banser Baru

Semarang, ansorjateng.net, Ratusan kader Ansor dan Banser mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser NU, di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jumat hingga Minggu (8-10/12/2017).

PKD yang bertema “Kaderisasi, Konsolidasi dan Penataan Organisasi untuk NKRI ini diikuti 350 peserta se Kabupaten Semarang.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Ansor Kabupaten Semarang, Muhammad Talkis, PKD dan Diklatsar ini diadakan untuk terwujudnya kader penggerak GP Ansor dan Banser di tingkat anak cabang dan ranting. Sehingga memiliki kapasitas dan kemampuan yang andal, siap mengawal dan menjadi dinamisator GP Ansor.

Ia menjelaskan, peserta PKD selama pelatihan ditempa untuk meraih kompetensi antara lain memiliki wawasan keilmuan yang luas dan bobot pengetahuan yang lebih memadai tentang ke-Aswaja-an, ke-NU-an, ke-Indonesian dan kebangsaan, ke-Ansor-an dan ke-Banser-an, amaliyah dan tradisi keagamaan NU, manajemen keorganisasian, serta analisis sosial.

“Ancaman terhadap NKRI ternyata masih saja ada, sehingga dibutuhkan kader yang mampu menjaga keutuhan NKRI. Kelompok radikal makin meresahkan masyarakat, terus memberikan pandangan yang menyimpang dari semangat NKRI,” ujar Talkis.

Diharapkan, lanjut dia, setiap kader Ansor – Banser dapat memiliki jiwa semangat Aswaja dan semakin cinta NKRI. Selain itu mampu mendeteksi kelompok pemecah NKRI sejak dini.

Ahmad Hanik, Ketua Tanfidzyah PC NU Kabupaten Semarang mengatakan, yang dilakukan kelompok radikal ini memberikan pemahaman sesat, radikal, ekstrem tentang agama Islam sehingga masyarakat menjadi galau, resah dan bingung.

Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni menambahkan, saat ini hanya warga Nahdlatul Ulama yang berusaha melakukan pengadangan gerakan radikal secara masif di masyarakat. Hal ini diakui langsung oleh mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantio.

Bahkan ulama besar NU, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) berpesan agar warga NU terus menghalau faham radikal di masyarakat. “Beliau berpesan sing waras ojo ngalah, maksudnya kita harus terus menghalau faham radikal yang memecah NKRI,” tegas Alfa.

Menurut Alfa, persoalan NKRI, Pancasila sudah final. Tak perlu diperdebatkan lagi, karena sudah sesuai dengan syariah Islam. (Bwo/Hud)

About Ansor Jateng

Check Also

Selamat Jalan Mahfudz Basori Sang Pelopor Kemandirian NU di Tegal

Tegal, ansorjateng.net, KH Mahfudz Basori mempelopori kemandirian NU dengan meningkatkan ekonomi umat melalui pembentukan Baitul Mal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *