ANSORJATENG.NET, REMBANG – Putra KH Maimoen Zubair, KH Taj Yasin atau Gus Yasin mengungkapkan terdapat pesan khusus Mbah Moen sebelum berangkat menjalankan ibadah haji ke Mekkah.

Diungkapkannya pula, bahwa kamar pribadi Mbah Moen di Sarang Rembang, sudah terkunci, sedangkan kuncinya diserahkan pada KH Abdulah Ubab atau Gus Ubab.

Hal itu diungkapkan Gus Yasin, yang juga menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah, seusai menghadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI, di Alun-alun Rembang, Sabtu (17/8/2019).

Gus Yasin mengungkapkan, Mbah Moen juga memberikan pesan kepada dirinya, yakni memberi wasiat tentang kamar pribadi, sebelum Syaikhona wafat.

“Jadi Mbah Moen dawuh ke saya bahwa kunci kamar sudah diserahkan kepada kakakmu Ubab, jangan dibuka dulu nanti kalau saya sudah meninggal (baru) dibuka. Itu pesan atau wasiat Mbah Moen kepada saya,” ungkap Gus Yasin menirukan pesan Mbah Moen, Sabtu (17/8/2019).

Dijelaskan Gus Yasin, kini kamar tersebut sudah dibuka oleh pihak keluarga, setelah mendapatkan kabar duka wafatnya sang ayah.

“Usai menerima kabar duka dari Makkah Mbah Moen wafat, maka sesuai pesannya kamar pribadi Abah terus dibuka oleh penerima wasiat, dengan disaksikan oleh seluruh keluarga yang ada di Sarang Rembang,” ungkapnya.

Saat kamar pribadi Mbah Moen dibuka, lanjut Gus Yasin, kamar sudah dalam kondisi rapi, berisi kitab-kitab ilmu agama yang tersusun rapi.

“Artinya dari kata-kata beliau itu, beliau sudah pamitan secara langsung pada saya,” ujarnya.

Gus Yasin juga mengungkapkan pesan penting Mbah Moen untuk masyarakat di Indonesia.

“Pesan Mbah Moen kepada masyarakat, kita untuk selalu menjaga perdamaian,” tutur Gus Yasin.

“Mbah Moen berkeinginan Indonesia menjadi negara yang damai. Karena, para nenek moyang bangsa Indonesia adalah pemilik simbol-simbol perdamaian. Sehingga banyak yang ingin singgah,” imbuh Gus Yasin.

Ia juga pernah mendengar dari Mbah Moen, bahwa Negara Indonesia sebenarnya Islam. Dahulu sebelum ada Nabi memang tidak Islam, namun tauhid sudah ada di Indonesia.
Selain itu, orang di Indonesia adalah orang yang tidak ingin konflik.

“Ayo, orang nenek moyang kita yang memiliki simbol yang tidak ingin berkonfilk sudah mendiaminya Indonesia, maka konflik itu harus dihentikan, itu pesan Mbah Moen,” pungkasnya. (NUOnline/AnsorJateng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini