ANSORJATENG.NET, KENDAL – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai kader NU yang terlatih harus bisa memetakan siapa kawan dan siapa lawan. Terlebih terhadap musuh yang berkedok teman. 

Ketua PC Ansor Kendal, Muhammad Ulil Amri atau akrab disapa Gus Ulil mengatakan, siapapun yang memusuhi ulama dan merongrong NKRI adalah musuh Banser. Namun sekarang ini pergerakan musuh tidak serta merta memposisikan sebagai lawan. 

“Justru mereka tampil dengan menyerupai kita. Inilah yang perlu diwaspadai agar tidak terkecoh,” terang Gus Ulil saat menutup hajatan Diklatsar Banser yang digelar di Kecamatan Kangkung, Ahad (22/9/2019).

Mantan Kades Laban, Kangkung, itu menjelaskan, penampilan mereka yang menyerupai sengaja untuk mengecoh dan bahkan menghancurkan NU. 

“Misalnya, mereka mengaku santri Mbah Hasyim, sebagai penganut Aswaja. Dengan begitu orang akan mengira mereka sama dengan NU. Padahal yang dilakukan justru merongrong Pancasila,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kendal, H Muhammad Makmun, menyebut NU sebagai aset penting bagi bangsa.

Hal ini didasari pada sejarah bahwa organisasi yang didirikan para kiai dan ulama ini tidak pernah memberontak kepada negara. 

“Kalau ada yang mengaku NU tapi malah merongrong negara, menolak Pancasila, maka jelas bukan bagian dari NU. Karena justru ulama dan kiai NU lah yang hingga hari ini secara tegas mempertahankan Pancasila,” tegas Makmun.

Lebih lanjut Ketua DPC PKB ini mengaresiasi sikap pemerintah yang memberikan perhatian kepada warga NU.

Disahkannya RUU Pesantren menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap NU sebagai benteng negara. 

“Terpilihnya Kiai Makruf Amin sebagai Wakil Presiden, terutama dengan kemenangannya di Kendal, menjadi bukti komitmen warga NU sebagai warga mayoritas di Kendal untuk mendukung Rois Aam PBNU. Ternyata kalau orang NU solid, kita bisa mengawal apa yang menjadi perjuangan bersama,” terang Makmun.

Diklatsar Banser Satkorcab Kendal ke-18 diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari utusan ranting dan anak cabang.

Kegiatan digelar sejak Jumat (20/9/2019) dan ditutup pada Ahad (22/9/2019). Pembaiatan calon Banser menjadi

acara puncak setelah peserta mengikuti serangkaian materi baik di ruangan maupun lapangan. 

Dari keterangan Muhamad Romadhon, Ketua PAC Ansor Kangkung selaku penanggungjawab panitia lokal, diketahui peserta memiliki latarbelakang status sosial dan profesi yang beragam. Mulai pengajar pesantren, petani,

buruh pabrik dan bahkan ada pula yang menjabat sebagai sekretaris desa dan lurah.

Begitu pula dari rentang usia, tambah Romadhon, pesertanya tidak hanya dari kalangan pemuda.

Bahkan salah satu peserta sudah berusia lanjut dan memiliki anak cucu.(Muhamad Sulhanudin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini