ANSORJATENG.NET , KENDAL – Bukti cinta tanah air dapat diwujudakan dengan berbagai karya untuk memajukan bangsa. Sebagaimana pembelaan yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari terhadap petani.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kendal, Ulil Amri menerangkan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam penanaman simbolis kegiatan Tanam Jagung Bersama Ansor di Desa Plantaran, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (27/9/2019) sore.

Mengangkat tema Gerakan Korporasi Pertanian Generasi Muda Menuju Ketahanan Pangan, Gus Ulil menegaskan kembali ungkapan Hadratusy Syech, nama panggilan populer KH Hasyim Asy’ari, “Petani adalah salah satu tulang punggung negara,” tandasnya.

Kita tahu, sambungnya, bahwa nahdlatul ulama didirikan salah satunya mengkolaborasikan pabrik dengan petani di Jombang. Pada waktu itu digerakkan KH Hasyim Asy’ari agar petani tidak diperas hasilnya. Melanjutkan fatwa tersebut di era modern ini, dirinya mewanti-wanti Ansor sebagai generasi muda NU untuk meningkatkan kepekaan sosial, utamanya di bidang perekonomian petani.

“Di sekitar kita masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan kita,” ucapnya, “Ada banyak petani yang membutuhkan pendampingan. Kita bantu agar pertanian menuju masyarakat industrialis,” tegasnya di hadapan puluhan kader NU dari Ansor-Banser, Fatayat, IPNU, IPPNU dan tokoh masyarakat yang hadir.

Alasan memilih Sawah Kramat, Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan diungkapkan oleh Ketua Pokja Pertanian Ansor Kabupaten Kendal, Ngatno. Menurutnya, air sebagai faktor utama selain petani Sawah Kramat sebagai salah satu daerah binaan tani jagung Ansor.

Para kader NU Kendal bersama tokoh masyarakat melakukan penanaman simbolis kegiatan Tanam Jagung Bersama Ansor di Desa Plantaran, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (27/9) sore.

“Sawah ini kadar airnya masih bagus untuk jagung,” katanya, “temen-temen ada banyak yang punya pompa air siap dipinjamkan, ada kali Waringi di sebelah barat sawah yang alirannya lebih besar sebagai antisipasi bila irigasi di selatan mengalami kekeringan,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, dari total 5 hektar sawah petani binaan Ansor Kabupaten Kendal, terdapat 2 hektar yang berlokasi di Kaliwungu. Saat disinggung terkait pengadaan bibit, ia membeberkan, kegiatan tersebut merupakan program mandiri yang diusahakan oleh para pengurus Ansor melalui jejaring yang ada.

“Ini kegiatan kita (Ansor) secara mandiri, yang di-support dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal dan mendapatkan bibit varietas B18 dari PT BISI Internasional tbk,” bebernya.

Oleh sebab itu jumlahnya berbeda dengan program bantuan pemerintah pusat melalui kementrian. Perlu diketahui, pada tahun 2018 bantuan dari Kementan disebar di beberapa titik yang ada di Kecamatan Singorojo, “Kalau tahun ini bantuan benih digarap area persawahan yang ada di Kecamatan Patean,” ucapnya, “Kurang lebih 700 hektar luasnya,” sambungnya.

Respon positif dari Kades Plantaran, Mudigdo yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Kepada para kader Ansor pegiat pertanian tersebut ia berharap perjuangan para kader NU, khususnya di desa Plantaran membuahkan hasil yang memuaskan,

“Semoga mencapai hasil yang tuntas, bisa berlanjut, berkesinambungan dan mendapatkan berkah Allah Swt sehingga petani menjadi lebih maju dan sejahtera dengan rida Allah Swt,” harapnya. (Q.C024)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini