ANSORJATENG.NET, SEMARANG – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sejak dahulu sudah kenyang dengan cacian dan makian. Semakin dicaci justru semakin dicintai. Maka hendaknya tidak serta merta dibalas dengan cacian.

Terlebih, beberapa tahun terakhir marak ujaran-ujaran kebencian yang diarahkan pada pemerintah. hal itu juga jangan sampai kader Ansor-Banser ikut terbawa arus.

Hal itu ditegaskan Pengasuh Ponpes Asshodiqiyah Kota Semarang, KH Shodiq Hamzah, saat memberikan arahan pada pembukaan PKL-Susbalan Ansor-Banser Kota Semarang, Jumat (27/9/2019).

“Kalian jangan suka mencaci pemerintah, jangan pula membenci pemerintah. Kalau pemerintah baik maka harus bersyukur, kalau penguasa tidak baik maka dia yang memikul dosanya sendiri. Jadi Ansor jangan suka demo, Banser ojo sok demo, tapi sebaiknya lakukan musyawarah untuk menyelesaikan masalah, itu adalah perintah agama. Ini ada hadistnya dan Shohih,” jelas KH Shodiq Hamzah.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang KH Anashom mengungkapkan, kader Banser saat ini harus memiliki keampuhan.

Keampuhan yang dimaksud, antaralain ampuh atau kuat dari sisi fisik dan kuat dari sisi mental atau kesabaran.

“Kalau hanya sekadar kuat fisik tapi mental sabarnya dalam menghadapi cacian rendah, ini bisa bahaya. Sebab sekarang semua komponen bersama-sama mencaci maki Banser, ini butuh kesabaran menghadapinya,” tandasnya.

Dijelaskannya, Nahdlatul Ulama saat ini sedang menghadapi ujian dari berbagai macam aspek. Soliditas antar-Banom dan antar-kader harus kuat.

“Jangan mudah marah, ini ujian untuk kita kuat atau tidak, kalau ada yang membully dihadapi saja dengan sabar,” katanya.

Sekretaris PW GP Ansor Jateng, Fahsin M Faal yang hadir untuk membuka PKL-Susbalan Kota Semarang, menegaskan, saat ini seluruh kader GP Ansor di manapun berada harus meningkatkan amaliyah An-Nahdliyyah di daerah masing-masing.

“Mari terus memperkuat ajaran Aswaja, memperkuat basis pesantren, amaliyah nahdliyah, sebab tanpa itu kita akan terkikis,” tandas Pengasuh Ponpes Kyai Gading Candisari Mranggen Demak ini.

Selain itu, ia juga memberikan penegasan pada semua kader Ansor-Banser, untuk tidak mudah terombang-ambing oleh isu politik yang dibuat oleh orang lain.

Terlebih Indonesia dalam waktu dekat memiliki hajatan Pelantikan Presiden-Wakil Presiden pada Oktober 2019 mendatang. Maka semua komponen bangsa harus tetap menjaga kondusifitas lingkungan masing-masing.

“Jika ada pihak yang menggagalkan pelantikan Presiden-Wakil Presiden, ini sangat berbahaya. Sebab ketika masa periode Presiden-Wapres yang sekarang sudah habis, dan pelantikan gagal, secara defacto tidak ada kepemimpinan di republik ini, tentu sangat bahaya,” ungkapnya.

Maka, Fahsin mengajak semua kader Ansor-Banser untuk terus mengumandangkan Sholawat Asyghil agar diberikan pertolongan oleh Allah SWT.

Pada pembukaan PKL-Susbalan Kota Semarang, juga dihadiri Rais Syuriah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, dan Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminudin.(Ansor Jateng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini