ANSORJATENG.NET. SEMARANG – Anggota DPRD Kota Semarang H M Sodri mengingatkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar milik Pemerintah Kota Semarang agar bermanfaat untuk rakyat. Jangan sampai memprioritaskan debitur atau kreditur besar, namun kurang semangat melayani pedagang pasar dan pengusaha mikro atau kecil.

“Saya dan para anggota Dewan tak bosan mengingatkan, setiap tetes uang rakyat harus dipergunakan untuk memberi manfaat kepada rakyat. Bank Pasar milik Pemkot harus benar-benar melayani rakyat,” serunya usai mengikuti sidang pembahasan Raperda Perubahan Bentuk dan Nama Perusda BPR Bank Pasar menjadi Perumda BPR Bank Pasar di kantor DPRD Kota Semarang, Selasa (19/11/2019) kemarin.

Ditemui di kantor DPRD Kota Semarang, Rabu (20/11/2019) Sodri yang menjadi Sekretaris Panitia Khusus Raperda Perumda Bank Pasar menyatakan, Bank Pasar telah diberi modal besar dari uang rakyat. Dia sebutkan, tahun 2018 modal dasar Rp 15 miliar telah didapat dari APBD Kota Semarang. Lalu direncanakan tahun 2020 ditambah modalnya secara bertahap menjadi Rp 50 miliar.

Anggota DPRD Kota Semarang H M Sodri

“Kami telah bersidang membahas permintaan Pemkot Semarang untuk menambah modal Bank Pasar menjadi Rp 50 miliar pada 2020. Uang rakyat ini harus dikawal ketat,” tandas Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang ini.

Sodri yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa ini menjelaskan, di saat bank lain harus berjuang mencari modal sendiri dari nasabah, Bank Pasar ini mendapat modal dari APBD. Karena itu dia menekankan agar digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Mantan ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Genuk Kota Semarang ini menjelaskan, bentuk perhatian tersebut bisa melalui pelayanan kredit murah, pembinaan usaha, pengembangan usaha kecil, kemitraan dengan pedagang pasar, dan lain-lain.

“Pemkot Semarang harus mampu membuktikan bahwa perusahaan plat merah bisa berkembang. Jangan seperti umumnya stigma yang menempel selama ini, bahwa Perumda kurang profesional,” tuturnya.

Lebih lanjut dia sampaikan, pengelola Bank Pasar Kota Semarang harus menjadikan modal tersebut sebagai amunisi untuk bersaing dengan BPR lain. Jangan sampai justru malah membuat tidak inovatif dan tidak kompetitif.

“Kami juga meminta ada skema kredit tanpa bunga dan kredit tanpa agunan. Koperasi simpan pinjam saja bisa, Bank Pasar yang berstatus Perumda BPR harus lebih bisa,” pungkasnya. (Q024)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini