Tegal, Ansorjateng.net – Peluang petani nahdliyin di seluruh pelosok nusantara untuk menjadi sejahtera cukup besar. Sebab, jika melihat potensi pertanian yang bisa dilakukan warga NU memiliki pasar yang cukup menjanjikan. Hal tersebut dikatakan Ketua Induk Koperasi Syirkah Muawanah Nusantara (Inkopsimnus) H Mustholihin Madjid kepada ansorjateng.net pada saat Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Jahe, Permasalahan Pola Tanam, Pasar dan Permodalanya, Sabtu (23/11/2019) lalu di balai Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Dikatakan, dalam penanaman jahe yang saat ini dilakukan petani NU di Kabupaten Tegal, dalam kurun waktu 1 tahun di atas lahan 1 hektare bisa menghasilkan keuntungan bersih hingga Rp 400 jutaan.

“Ini sangat luar biasa bila dibandingkan dengan hasil pertanian lainnya, dan petani NU bisa makmur,” ujar mantan Ketua PP LPNU Pusat ini.

Menurut Mustholihin, dari hasil survei yang ia lakukan tentang kondisi lahan pertanian, masih terdapat ribuan hektar yang bisa dimanfaatkan untuk penanaman jahe yang sesuai stadar kualitas ekspor.

“Dan ini harus kita lakukan, apalagi pihak bank sudah siap mengucurkan dananya, pabrik pengolah jahe sudah siap menampung dan tenaga ahlinya juga sudah siap, tinggal petani pemilik lahan kita dorong agar memanfaatkan lahan pertanian untuk tanaman jahe,” ujar pegiat pemberdayaan nahdliyin ini dengan semangat.

Untuk keberlangsungan petani jahe yang saat ini dalam program petani jahe percontohan, dirinya menggandeng PT Azma Agro Nusantara untuk menyediakan teknologi, tenaga penyuluhnya hingga pembeli, dan pihak bank BCA sebagai penyalur dana KUR, sehingga keberlangsungan penanaman jahe terjamin.

Direktur Bank Central Asia (BCA), Ade Bakhtiar SE., MM. mengatakan, pihaknya mendukung penuh terhadap upaya petani NU menanam jahe. Pasalnya, marketnya cukup besar khususnya untuk kesehatan dan kecantikan baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Kami mencermati bahwa sektor penting yang mendukung tercapainya kedaulatan pangan salah satunya adalah sektor pertanian. Oleh sebab itu, sebagai institusi yang juga dekat dengan masyarakat, kami ingin memberikan kontribusi lebih kepada para petani di Indonesia, salah satunya untuk petani NU di daerah Tegal,” urai Bakhtiar.

Tak hanya penyaluran KUR, BCA juga memberikan bantuan pembinaan kepada kelompok petani NU bersama PT Azma Agro Nusantara agar dapat membantu para petani dalam menerapkan teknik penyemaian benih jahe emprit. Penanaman Jahe Emprit secara organik dan pembuatan pupuk organik baik padat maupun cair, selain itu juga akan dibuat lahan percontohan tanaman Jahe Emprit seluas 5 hektar di daerah Tegal tepatnya di Sitail dan Sumbarang Jatinegara.

“Selain untuk kesehatan, kami menyadari bahwa jahe memiliki manfaat besar lainnya bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Karenanya, BCA mengambil langkah untuk bersama-sama mendukung petani jahe emprit di Tegal untuk menumbuh kembangkan usahanya sehingga mampu berdampak bagi kemakmuran masyarakat,” pungkas Bakhtiar. (Tahmid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini