Beranda / Ansor / Ansor Jawa Tengah Bentuk Badan Anti Narkoba

Ansor Jawa Tengah Bentuk Badan Anti Narkoba

PW GP Ansor Jateng deklarasi perang melawan narkoba.
PW GP Ansor Jateng deklarasi perang melawan narkoba.

Semarang, ansorjateng.net, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wilayah Jawa Tengah, bekerjasama dengan Polda Jawa Tengah membentuk Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR). Badan ini secara khusus membidangi masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat Jateng.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng, H Ikhwanudin, mengatakan, Ansor secara struktural telah membentuk BAANAR dari tingkat pusat sampai daerah. Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah memerintahkan pada pengurus di daerah untuk membentuk badan ini.

“Saat ini penyalahgunaan narkotika sudah darurat , sama bahayanya dengan terorisme. Kita semua warga Ansor punya kewajiban yang sama untuk membantu Kepolisian dan BNN untuk mencegahnya,” kata Ikhwanuddin saat deklarasi BAANAR di gedung PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto, Semarang, Minggu (26/6/2016).

Ikhwanuddin mengatakan, kader GP Ansor berusia antara 30-40 tahun. Sedangkan pengguna narkoba rata-rata di usia produktif. Maka GP Ansor sebagai Badan Otonom Nahdlatu Ulama (NU), punya kewajiban yang sama, terlebih Ansor memiliki struktural sampai tingkat Kelurahan/Desa.

“Kepengurusan Ansor Jateng sampai ada di 35 Cabang, 450 Anak Cabang/Kecamatan, sekitar 5.000 Ranting/Kelurahan. Maka ini sangat efektif untuk perang lawan narkoba,” katanya.

Saat ini, BAANAR sudah terbentuk di tujuh Kabupaten di Jateng. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pengurus di daerah untuk segera membentuk BAANAR. Diharapkan, badan ini akan ada di 35 Kabupaten/Kota di Jateng, bahkan sampai tingkat PAC.

Dalam acara deklarasi, hadir pula Komandan Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jawa Tengah, DR Hasyim Asyari, Anggota DPRD Jateng Abdul Hamid, serta pengurus PW GP Ansor Jateng lainnya. DI sela deklarasi, juga ditunjuk salah satu pengurus PW GP Ansor, Wahidin Said, sebagai Ketua BAANAR Jateng.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Irjen Pol Condrokirono melalui Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, menegaskan, Indonesia saat ini bukan hanya konsumen, tapi sudah jadi produsen. Pengguna dan pengedarnya sudah merambah semua kalangan, mulai dari pelajar, pejabat, aparat, karyawan, dan sebagainya.

“Tidak ada kata lain, kita harus perang melawan narkoba. Saya selaku Kapolda Jawa Tengah, mengapresiasi atas adanya deklarasi ini. Ini membuktikan masih banyak pihak yang peduli pada masalah narkoba di Indonesia,” katanya.

Condrokirono berharap, deklarasi ini jadi awal yang baik untuk pemberantasan narkoba di Jateng. Adanya BAANAR diharapkan juga dapat ditiru oleh organisasi kemasyarakat dan kelompok masyarakat lainnya di Jateng.

“Jika saudara mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan sekitar, informasi sekecil apapun sangat membantu kami dan menyelamatkan banyak generasi bangsa,” katanya.

Ketua PWNU Jawa Tengah, DR Abu Hafsin mengatakan, narkoba tidak mungkin bisa tuntas jika hanya ditangani kepolisian dan BNN. Sebab peredaran narkoba bukan hanya di perkotaan tapi sudah sampai pedesaan. Selain itu juga tidak mengenal batas usia, status sosial dan ekonomi.

“Saya harap segera merapat ke Polda sebagai tindaklanjut kerjasama, saya juga harap tidak perlu ada prosedur proposal. Ansor dan Banser wajib ikut serta membantu menyelesaikan persoalan nasional berupa narkoba dan persoalan Islam garis keras. Saya harap BAANAR bisa segera bekerja,” tegasnya.(hud)

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

Fatayat Ranting di Cepu Berhasil Kumpulkan Santunan Yatim Piatu Sejumlah Rp 16 Juta

ANSORJATENG.NET, BLORA – Pada Rabu (19/9/2018), Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Sumberpitu, Cepu Blora, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *