Beranda / Ansor / Menpora Imam Nahrawi Bakal Kick Off Liga Santri Nusantara Regional 1 Jateng

Menpora Imam Nahrawi Bakal Kick Off Liga Santri Nusantara Regional 1 Jateng

Semarang, ansorjateng.net, Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Jawa Tengah segera bergulir. Terdapat 32 tim di zona Pati Raya (Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, BLora, Grobogan) dan Semarang Raya (Kota dan Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal).

Adapun, untuk se Jateng, terdapat 150 tim. Yakni ada di Regional II terdiri dari zona Magelang Raya dan Solo Raya, Regional III terdiri dari zona Banyumas Raya dan Pekalongan Raya.

“Mudah-mudahan membludaknya peserta tahun ini diiringi dengan peningkatan bakat yang muncul,” kata Koordinator Regional Jateng, Fahsin M Fa’al, Senin (28/8/2017).

Sesuai tahapannya, LSN Regional Jateng 1 akan kick off pada Minggu (3/9/2017) di Lapangan Srogo, Desa Srogo, Kecamatan Bransong, Kabupaten Kendal. Tendangan bola pertama akan dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sekaligus meresmikan pembukaan.

“Pembukaan dan tendangan bola pertama akan dilakukan oleh Menpora,” katanya.

Panitia LSN Regional 1 Jateng juga sudah menggelar Manager Meeting untuk menjelaskan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak dan juknis) terkait pelaksanaan, pada Minggu (27/8/2017), di Hotel Metro, Kota Semarang.

Dalam Manager Meeting kali ini, panitia LSN mensosialisasikan beberapa penyempurnaan regulasi dalam pelaksanaan. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas peserta dan penyusunan database pemain agar terpantau langsung oleh PSSI.

Fahsin menegaskan, bahwa dalam berkompetisi harus mengedepankan sportifitas yang berdasarkan pada regulasi. “Sportifitas harus ditegakkan, tentunya dengan mengacu kepada regulasi resmi yang ditetapkan FIFA,” tandasnya.

Ia menambahkan, LSN sendiri sudah diselenggarakan sejak tahun 2015, yang berarti sudah tiga tahun berturut-turut hingga 2017. LSN diselenggarakan secara nasional dari Sabang sampai Meraoke dengan peserta dari pondok pesantren se Indonesia.

LSN merupakan sebuah kompetisi sepakbola yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau sebuah perkumpulan pondok pesantren, dan bekerjasama denga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Tujuan dari diselenggarakannya LSN karena di pondok pesantren juga terdapat bakat-bakat pesepakbola hebat yang perlu dibina dan dikembangkan.

Pada pelaksanaan LSN 2016 lalu, buktinya mampu melahirkan seorang bintang sepakbola, yaitu Muhammad Raffly yang mampu menembus skuad timnas U-19 asuhan pelatih Indra Syafri. Muhammad Rafly adalah peserta LSN 2016 asal Bantaeng Sulawesi Tenggara.

“LSN Sudah berhasil melahirkan satu pemain untuk timnas U-19, mudah-mudahan tahun ini akan lebih banyak lagi bakat-bakat santri yang bermunculan,” kata Fahsin.

Ketua Pelaksana Kompetisi LSN Regional 1 Jateng, Shahuddin Al-ahmadi, menambahkan, tahun depan pihaknya berupaya merekomendasikan LSN bisa berada di bawah naungan langsung PSSI. Sehingga bakat para santri terpantau langsung oleh PSSI.

“Mudah-mudahan usulan kita diterima PSSI, sekarang saatnya santri membuktikan bakat sepakbola mereka,” tandas Sholahudin.(*)

 

Sumber : Tribunjateng.com

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

Fatayat Ranting di Cepu Berhasil Kumpulkan Santunan Yatim Piatu Sejumlah Rp 16 Juta

ANSORJATENG.NET, BLORA – Pada Rabu (19/9/2018), Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Sumberpitu, Cepu Blora, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *