Beranda / Ansor / Ketum : Mumpung Mereka Masih Kecil, Maka Mari Kita Usir 

Ketum : Mumpung Mereka Masih Kecil, Maka Mari Kita Usir 

Pekalongan, Ansorjateng.net, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor H Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut, mengingatkan pada semua kader Ansor dan Banser di Jawa Tengah, untuk waspada terhadap gerakan kelompok-kelompok radikal yang kini mulai tampil di Indonesia.

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, di GPU Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/11/2017).

Di hadapan ribuan pimpinan di setiap tingkatan mulai kecamatan sampai kabupaten/kota yang ada di Jateng, Gus Yaqut mengungkapkan, bahwa ancaman utama saat ini untuk Indonesia adalah adanya sekelompok orang yang mempertanyakan kembali consensus nasional.

Mereka juga menyebut Pancasila sebagai thoghut dan akan menggantinya dengan sistem khilafah. Mereka juga ingin mengganti sistem negara demokrasi ini dengan sistem lain.

Dikatakannya, bagaimana mungkin dikatakan Pancasila adalah produk kafir. Sementara Pancasila salahsatu pendirinya adalah para muasis Jamiyah Nahdlatul Ulama (NU).

Indonesia tidak akan pernah merdeka dan tegak berdiri seperti saat ini tanpa keterlibatan Hadlrotus Syaikh KH Hasyim Asyari, KH Bisri Syamsuri, KH Wahab Hasbullah.

“Artinya kiai yang kita patuhi telah sepakat mendirikan negara Indonesia tentu sudah melakukan pertimbangan dan perhitungan sesuai dengan syariat Islam. Tidak ada ceritanya Mbah Hasyim mengambil suatu sikap tanpa melakukan pertimbangan secara syariat,” tandasnya.

Maka, ketika hari ini muncul kelompok yang mempertanyakan kesesuaian Indonesia dengan agama Islam, itu sama artinya bahwa mereka ingin mengatakan bahwa Kiai-Kiai NU tidak paham tentang hukum Islam.

“Nggak ada pilihan lain, kita sebagai santri, kader Ansor, kita harus lawan kelompok-kelompok seperti ini. Tidak usah khawatir, seolah sekarang mereka besar padahal itu medsos, di dunia nyata mereka kecil. Mumpung sekarang masih kecil, sekali lagi mumpung masih kecil maka mari kita usir mereka,” tegasnya.

Gus Yaqut menuebut, jika dihitung jumlah kelompok ini pengikutnya hanya sekitar tujuh persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 11 juta orang. Saat ini, penduduk yang mayoritas masih diam dan memberikan ruang gerak.

“Maka pulang dari sini sampaikan ke orang-orang, kalau ada orang mengatakan NKRI akan diganti bentuk lain maka sahabat memiliki kewajiban mengatakan, untuk mari kita lawan sama-sama,” ungkapnya.

Ditegaskannya, bahwa sikap para kelompok radikal itu telah menginjak-injak harga diri NU. Maka, ini adalah tantangan para kader Ansor Banser. Mengingat mereka selalu emmanfaatkan berbagai momentum yang ada.

“Maka konferwil ini sebagai ajang untuk menyiapkan melawan mereka. Kita nggak boleh terlena, kita harus terus mengawasi mereka, sekali kita lengah maka habislah negara kita. Maka jika sahabat-sahabat masih ingin negara ini eksis, nggak ada pilihan lain kita harus hambat mereka sekuat tenaga,” tandas gus Yaqut.(Hud)

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

Fatayat Ranting di Cepu Berhasil Kumpulkan Santunan Yatim Piatu Sejumlah Rp 16 Juta

ANSORJATENG.NET, BLORA – Pada Rabu (19/9/2018), Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Sumberpitu, Cepu Blora, …

Satu Komentar

  1. Wahai Barisan Anshor Serbaguna
    Di mana engkau berada?!
    Terus kan lah perjuangan
    Demi agama harus rela berkorban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *