Beranda / Ansor / Hadiri Pelantikan GP Ansor di Girikusumo, Romo Budi Merasa Diberkati

Hadiri Pelantikan GP Ansor di Girikusumo, Romo Budi Merasa Diberkati

Demak, ansorjateng.net, Gelaran Pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Demak, dan pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah masa khidmat 2017-2021 di Ponpes Girikusumo Mranggen Demak, Sabtu (27/1/2018), ternyata membawa kesan tersendiri bagi Romo Aloysius Budi Purnomo Pr.

Kesan yang Romo Budi rasakan ketika hadir dalam acara tersebut, ia ungkapkan melalui akun media sosial UC dengan memberi judul, “Aku Bersyukur dan Merasa Terberkati Bersama GP Ansor PC Demak dan PW Jateng”.

Dalam unggahannya, Romo Budi juga menyertakan foto-foto dalam acara pelantikan tersebut, di antaranya foto Pengasuh Ponpes Girikusumo KH Munif Zuhri, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, serta prosesi pelantikan PC GP Ansor Demak.

Selain itu, Romo Budi juga mengunggah video berjudul ‘Aku Tersentuh Mars Ini’ di Youtube, yang adalah momentum ketika ribuan kader Ansor dan Banser, menyanyikan syair lagu Syubbanul Wathon karya KH Wahab Chabullah. Romo Budi juga terlihat ikut menyanyikan lagu tersebut.

Adapun, kesan yang disampaikan Romo Budi melalui tulisan secara lengkap yang dikutip dari UC pada akun miliknya, adalah sebagai berikut ;

 

Sebagai Romo Pastor Katolik, saya merasa bersyukur dan terberkati boleh mengikuti prosesi pelantikan Pengurus GP Ansor PC Demak dan PW Jateng di PS Girikusumo, Mranggen, Demak (Sabtu, 27/1/2018). Mengapa dan seperti apakah pengalaman itu?

Seperti peribahasa dalam bahasa Jawa “tumbu oleh tutup”, begitulah, saya mendapat mandat dari Rektor Unika Soegijapranata Semarang, Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya MS.IEC untuk menghadiri prosesi pelantikan Pengurus GP Ansor PC Demak dan PW Jawa Tengah. Mandat yang diberikan kepadaku sebagai Romo Pastor Kepala Reksa Pastoral Kampus Unika Soegijapranata itu selaras pula dengan tugas pelayananku sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS). Itulah yang kumaksudkan sebagai seperti “tumbu oleh tutup”. Itulah pula yang membuatku bersyukur dan merasa terberkati.

Tugas pelayanan di Kom HAK KAS menjadi salah satu upaya Gereja Katolik dalam merajut persaudaraan dengan siapa saja dalam mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya. Itulah sebabnya, tak hanya laksana “tumbuh oleh tutup”, saya juga merasa bersyukur dan terberkati saat turut serta dalam rangkaian upacara pelantikan Pengurus GP Ansor PC Demak dan PW Jawa Tengah tersebut.

Saat saya tiba di lokasi, saya berjumpa dengan wajah-wajah warga NU yang ramah dalam senyum, sapa, salam, sopan dan santun. Saya yang baru pertama kali tiba di PS Girikusumo tidak merasa asing-terasing. Bahkan mereka menyambut dalam jabat tangan yang erat, beberapa di antara mereka memeluk dan menciumku sebagai sahabat, meski baru berjumpa sesaat.

Saya semakin bersyukur dan terberkati saat mendengarkan kalimat-kalimat indah dari para Kiai Haji yang memberikan sambutan dalam acara tersebut. Baik KH Ubaidillah Shodaqoh yang menjadi Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Munif Zuhri, Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo (tuan rumah), maupun Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau akrab dipanggil Gus Tutut memberikan sambutan yang sejuk dan memberikan kedamaian bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal yang sama juga disampaikan Sekjen PBNU Pusat KH A. Helmy Faishal Zaini.

Yang bagiku sungguh menarik dan menjadi seperti “tumbuh oleh tutup” serta membuatku merasa bersyukur dan terberkati adalah kalimat-kalimat indah yang disampaikan oleh KH Munif Zuhri. Berkali-kali beliau menyembut pentingnya seluruh warga NU membangun peradaban keadilan, kesejahteraan dan kerukunan. Beliau juga menegaskan itulah panggilan setiap warga NU dari semula, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Secara lebih khusus, anggota GP Ansor mendapat mandat untuk memperjuangkan peradaban tersebut tanpa mengenal lelah.

Berkat luar biasa saya terima dari KH Munif Zuhri saat saya hendak berpamitan pulang. Beliau dengan tulus dan penuh kehangatan memelukku dan menciumku dengan penuh kasih, saat saya berbisik, “Romo Kiai, saya mohon maaf, saya mohon pamit untuk pulang terlebih dahulu, sebab saya ada tugas pelayanan di Gereja.” Seketika beliau merangkul, memeluk dan menciumku penuh kehangatan dan keberkahan. Saya mengalami damai dalam cinta, juga ketika saya mencium tangan beliau.

Saat saya hendak pulang, saya tidak sempat berpamitan dengan Gus Tutut, Maka, saya berpamitan secara tertulis melalui ponsel. “Gus Tutut, nyadhong duka, aku pamit duluan ya karena ada tugas di Gereja. Sukses dan turut bahagia. Salam hormat.

Gus Tutut pun menjawab, “Romo, terima kasih atas kerawuhannya nggih… Semoga menjadi tambahan energi buat kami. Salam Romo.

Begitulah, aku merasa bersyukur dan terberkati oleh para Romo Kiai Haji dalam kebersamaan dengan GP Ansor PC Demak dan PW Jawa Tengah di Pondok Pesantren Girikusumo. Mereka semua penuh dengan semangat persaudaraan, kerukunan, dan keakraban dalam membangun peradaban keadilan, kesejahteraan dan kerukunan. Semoga menjadi berkat bagi bangsa dan negeri ini.***

Berikut Videonya ;

 

 

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

Berapa Kali Membaca Sholawat dalam Sehari yang Dianjurkan? Ini Uraiannya

  Adalah—Allahu yarham—ibu Nyai Hj. Shofiyah Umar, sesepuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, Jawa Tengah, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *