Ketua PW GP Ansor Jateng, H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah

 

Ansorjateng.net, Semarang, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Kaderisasi, yang dilaksanakan di Ponpes Asshodiqiyah, Sawah Besar, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (16/2/2018).

Menurut Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly, digelarnya Rapat Koordinasi Kaderisasi ini sengaja digelar untuk mematangkan sistem kaderisasi di semua tingkatan di Jawa Tengah. Sebab, kaderisasi merupakan hal terpenting untuk memperkuat eksistensi dakwah GP Ansor.

“Saya memang mendesak pada Bidang Kaderisasi di PW, untuk segera membuat dan mematangkan sistem manajemen kaderisasi. Termasuk melengkapi kaderisasi di Bidang Rijalul Ansor di Jateng,” kata Gus Sholah.

Ia juga menegaskan, kokohnya sebuah organisasi tergantung pada bagaimana memperkuat sistem kaderisasi. Hasil sistem yang disepakati di rapat koordinasi ini, akan diterapkan dan dilaksanakan di semua level kepengurusan, baik tingkat Cabang, Anak Cabang hingga Ranting di Jateng.

Sebab, saat ini tantangan GP Ansor makin berat, maraknya paham-paham radikal yang masuk ke kalangan generasi muda harus ditangkal oleh kader-kader Ansor.

Dalam hal ini, Rijalul Ansor memiliki peranan penting. Paham radikalisme yang masuk melalui jalur digital serta menggerogoti paham Aswaja, harus ditangkal melalui gerakan dakwah yang lebih kongkret dan menyentuh ke akar rumput.

“Maka Rijalul Ansor harus benar-benar kokoh. JIka sistem kaderisasi dan manajemen dakwah melalui Rijalul Ansor sudah kokoh, maka keberhasilan untuk memperkuat paham Aswaja An Nahdliyah juga akan kuat,” tegasnya.

Ditambahkannya, sistem kaderisasi yang dibentuk ini, selain akan diterapkan di semua tingkat kepengurusan GP Ansor di Jateng, juga akan dilaporkan ke Pimpinan Pusat (PP) untuk ditawarkan diterapkan di seluruh kepengurusan GP Ansor di Indonesia.

Pada rapat koordinasi ini, dihadiri jajaran pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah, dan tim kaderisasi Pimpinan Cabang (PC) kabupaten/kota se Jateng.

 

Sementara pengasuh Ponpes Asshodiqiyah KH Shodiq Hamzah mengungkapkan, bagaimanapun pemuda saat ini memiliki tanggungjawab terhadap kondisi di masa depan.

“Syubbanul Yaum Rijalul Ghod, pemuda sekarang akan menjadi pemimpin masa depan. Maka sebelum jadi pemimpin harus belajar, jangan malah ketika jadi pemimpin malah belum belajar nanti akan dibodohi orang,” jelasnya.

Pengasuh Ponpes Asshodiqiyah KH Shodiq Hamzah

Terkait kaderisasi, KH Shodiq juga menuturkan, sistem kaderisasi dalam organisaasi sebenarnya juga sudah diterangkan oleh Ibnu Malik melalui karyanya Alfiyah. Dalam sebuah nadzom, dijelaskan jika organisasi ingin mapan maka harus memperbanyak kaderisasi.

“Warfa’ Bidhommin, organisasi yang maju harus bersatu,” tegasnya.

Pada momentum Pilkada serentak tahun ini, menurutnya dapat dijadikan ajang pembuktian. Biasanya, Ansor akan ditarik dan digoda oleh kubu-kubu tertentu, maka hal ini perlu ketegasan sikap.(Huda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here