Anggota Banser Tanggap Bencana (Baguna) membantu memebersihkan longsoran di Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, kabupaten Semarang, Senin (19/3).

Ungaran, ansorjateng.net,  Mencegah adanya kejahatan, terutama begal di wilayah Kabupaten Semarang. Satkorcab Banser Kabupaten Semarang melakukan patroli di puluhan titik rawan kejahatan begal seperti di Kecamatan Ungaran Timur, Bergas dan Pringapus.

Setiap titik diterjunkan sepuluh anggota Banser yang berpatroli pada jam-jam rawan kejahatan. Hal ini dilakukan karena warga telah resah adanya kejahatan begal selama beberapa minggu terakhir.

Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Semarang, Mohammad Jamil jajarannya sengaja menurunkan anggotanya untuk patroli keamanan karena selama ini warga telah resah adanya aksi kejahatan jalanan yang diungkapkan dalam media sosial dan laporan di Kepolisian.

“Untuk itu kami membantu warga dan jajaran Kepolisian menjaga warga dari aksi kriminal berupa begal dan pencurian,” ungkap Jamil di Ungaran, Senin (19/3/2018).

Dalam menjalankan patroli, Ansor akan bekerjasama dengan warga. Sejumlah jalan di wilayah Ungaran Timur dinilai rawan kejahatan karena sepi dan minimnya penerangan jalan.

Jamil menyatakan jajarannya menyiapkan ratusan peraonil untuk setiap malamnya yang bertugas secara berganti. Penempatan personil juga di titik rawan, serta secara berkala patroli menggunakan sepeda motor.

Patroli ini mengedepankan langkah persuasif dan santun yang tidak lepas koordinasi dengan jajaran Kepolisian.

“Jika ada warga yang mencurigakan kami berhentikan, secara persuasif kami tanya tujuan dan kepentingan berada di sekitar. Jika membawa senjata tajam akan kami minta berhenti dan kami undang jajaran kepolisian untuk mengamankan,” ungkapnya.

Jamil mengungkapkan beberapa waktu lalu di sekitaran Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur ada tiga orang dengan mengendarai dua sepeda motor terlihat mencurigakan.

Saat itu anggota Banser menghentikan, namun satu dari tiga orang ini justru lari. Dua orang ketika ditanya tidak memeberikan jawaban jelas dan membawa senjata tajam.

“Saat itu juga kami langsung lapor dan minta bantuan Polsekta Ungaran untuk mengamankan dua warga yang membawa senjata tajam ini,” ungkap Jamil.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas piket Polsekta Ungaran dan Satreskrim Polres Semarang mendatangi tempat kejadian perkara dan membawa dua orang yang sempat diamankan warga tersebut.

“Sementara dua orang dan satu motor diamankan di Polres Semarang. (Mereka) bukan pelaku penganiayaan selama ini. Namun karena membawa senjata tajam kami amankan,” tuntas Kapolsekta Ungaran, Moh Aslam.

Selain itu Ansor Banser juga menerjunkan personel saat ada bencana alam, salah satunya membantu evakuasi dan bersama warga membersihkan material longsor. Mengingat wilayah Kabupaten Semarang lebih dari 70 persen perbukitan.

“Wilayah kami sering ada longsor yang berdampak pada pemukiman warga, kami juga menerjunkan Bagana (Banser Tanggap Bencana) untuk membantu warga,” ungkapnya.

Ketua (PJ) PC Ansor Kabupaten Semarang, Fahmi Dzulfiadi kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan cinta dan hikmah pada ulama dan masyarakat untuk keutuhan NKRI.

“Kami menekankan pada anggota Ansor Banser senantiasa kiprah dan hikmah pada ulama dan masyarakat dalam bentuk apapun sehingga senantiasa tercipta masyarakat rukun dan damai,” tandas Fahmi.(Dhani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here