Peserta PKD Ansor Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jepara, ansorjateng.net, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, memiliki keindahan alam bahari yang luar biasa. Terumbu karang yang hidup di dasar laut, begitu memukau.

Wajar, jika Kepulauan Karimunjawa menjadi destinasi wisata bahari andalan di Provinsi Jawa Tengah.

Wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, kini datang silih berganti, utamanya di akhir pekan. Hal ini tentu dalam jangka panjang akan berdampak pada sosial budaya masyarakat setempat. Terlebih, selama ini masyarakat Karimunjawa dikenal sangat religius dan menjaga kearifan lokalnya.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor, menangkap fenomena ini. Sebagai salah satu upaya membentengi para generasi muda setempat dari pengaruh negatif yang datang dari luar, digelarlah Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Balaidesa Kemojan.

Ketua PC GP Ansor Jepara, Samsul Anwar mengungkapkan, masyarakat Karimunjawa selama ini secara amaliyah adalah sesuai ajaran yang dianjurkan Ulama nahdliyin, namun memang secara struktural baru terbentuk pada MWC NU saja, belum sampai pada badan otonom (banom).

“Memang secara kultural dan turun temurun amaliyahnya adalah NU, hanya secara struktural tidak berjalan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Kecamatan Karimunjawa menjadi prioritas di antara PAC lain di Jepara. Mengingat, Karimunjawa dari sisi pertumbuhan ekonomi pariwisata semakin berkembang.

“Maka kita anggap sangat perlu dan serius menggarap wilayah ini,” katanya.

Pada PKD yang digelar pada 20 Juli sampai 22 Juli 2018 dan merupakan pertama kalinya PKD di wilayah tersebut, diikuti oleh 117 pemuda dari Kecamatan Karimunjawa, ditambah 9 peserta dari PAC luar Karimunjawa.

Menurut Samsul, kaderisasi di periodenya yang baru berjalan 10 bulan, memang akan terus dimaksimalkan. Sebab selama ini dinamika organisasi cenderung stagnan, maka di periodenya ini akan dimaksimalkan kaderisasi, utamanya di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

“Total PAC yang sudah PKD ada 8 PAC selama 10 bulan ini. Masih ada 8 PAC lagi yang akan segera digelar PKD,” katanya.

Terpisah, Moh. Syafi’i, Ketua PAC GP Ansor Karimunjawa, dilansir dari Dutaislam.com mengungkapkan, keikhlasan para peserta PKD sangat luar biasa. Pasalnya, mereka yang berlatarbelakang guide pariwisata, bersedia mengikuti kegiatan pengkaderan di hari-hari sibuk atau akhir pekan.

“Pengorbanan peserta luar biasa,” kata Moh. Syafi’i.

Bagi Syafi’i, yang asli kelahiran Kemojan, meluangkan waktu 3 hari untuk sebuah acara itu sangat sulit mengingat mata pencaharian orang-orang di laut berbeda dengan mata pencaharian orang-orang di darat yang bisa dikebut.

“Rata-rata pekerjaan peserta itu ya nelayan dan guide. Dan harus berpikir berkali-kali jika ikut PKD Ansor-Banser,” imbuhnya.

PKD Ansor-Banser NU di Karimunjawa kali diikuti semua peserta dari semua pulau dan desa di Karimunjawa kecuali Pulau Nyamuk. Didukung penuh oleh Petinggi Kemojan Muhammad Ilyas.

PKD ini juga dihadiri Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahuddin Aly atau Gus Sholah, Wasekjend PP GP Ansor Muhammad Aunullah A’la Habib atau Gus Aun, serta pengurus GP Ansor Jateng Korwil Karesidenan Pati, Soeparno.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here