Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kendal mendirikan masjid darurat di Lombok

Mataram, ansorjateng.net, Banser Tanggap Bencana (Bagana) Satkorcab Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Jumat (24/8/2018), telah menyelesaikan pendirian masjid darurat untuk membantu keperluan korban gempa di Desa Batu Kumbung, KecamatanLingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Menurut Amat Robai, Kepala Satkorcab Banser Kendal, hingga hari ini warga masih bertahan di tempat pengungsian dengan fasilitas penunjang yang sangat minim.

Setelah menginventarisasi kebutuhan warga dan berembug dengan tokoh pemuka agama setempat, pihaknya memulai pendirian masjid darurat.

“Dengan peralatan dan media yang sederhana seperti bambu, terpal, tali dari bambu dan tali ijuk, dan dibantu oleh warga setempat dan sahabat-sahabat dari LPB PCNU Kudus, alhamdulilah masjid darurat sudah berdiri dan bisa digunakan,” kata Robai yang telah menjabat Satkorcab Banser Kendal selama 4 periode ini.

Kordinator lapangan Bagana, Ujang Yufriyanto, menambahkan, timnya yang berjumlah 7 personel mulai mengerjakannya sejak Kamis (23/8/2018).

Dimulai dengan membuat sketsa sederhana, mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan, dan dikerjakan dengan peralatan yang tersedia di lokasi.

Bagana Memiliki Keahlian Tersertifikasi

Ketua PC Ansor Kendal, Muhammad Ulil Amri, mengatakan personel Bagana Satkorcab Kendal telah dibekali keterampilan dan kemampuan yang diperlukan dalam penanganan tanggap bencana.

Bagana Kendal mendirikan masjid darurat di Lombok

Selain mendapatkan pelatihan, tambahnya, mereka juga telah lulus uji kompetensi dari para instruktur profesional dari Basarnas.

“Banser Bagana adalah tim khusus untuk penanganan Bencana. Mereka telah punya jam terbang terjun dalam berbaai penanganan tanggap bencana. Personel yang kami kirimkan ke Lombok akan tinggal di sana selama waktu yang masih belum ditentukan untuk membantu keperluan warga berkordinasi dengan pihak terkait di sana,” terang Ulil.

Sebagaimana diterangkan Sekretaris PC Ansor Kendal, Misbahul Munir, yang selama dua hari terakhir meninjau lokasi pengungsian di Lombok Barat dan Lombok Utara, keadaan masih memprihatinkan.

Menurut Misbah, warga masih membutuhkan bantuan terpal dan tandon air untuk keperluan darurat di pengungsian.

Sementara untuk kebutuhan nonfisik, warga juga perlu pendampingan pemulihan trauma pasca gempa, terutama untuk anak-anak.(Muhamad Sulhanudin/Hud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini