M Rikza Chamami

Ansorjateng.net, Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan tahun baru hijriyah 1 Muharram 1440. Apa yang bisa diambil hikmah dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Makkah menuju Madinah?

Salah satu kitab yang menjelaskan mengenai sejarah Rasulullah Saw adalah Kitab Annurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin karya KH Muhammad Hasyim Asy’ari Jombang.

Dijelaskan oleh Mbah Hasyim, bahwa tahun pertama hijrah, Nabi Muhammad Saw melakukan proses konsilidasi penguatan agama dam kerukunan.

Pertama, Nabi membangun Masjid dan tempat tinggal (rumah). Kedua, menyatukan persaudaraan kaum Ansor dan Mujahirin. Ketiga, mengajak masuk Islam (tanpa paksaan) kepada masyarakat Madinah. Dan keempat, mensyariatkan adzan dan iqamah.

Empat hal ini menjadi sebuah titik peradaban baru yang perlu direnungkan bersama setelah Nabi Muhammad menempati Madinah sebagai titik awal sejarah tahun baru hijriyah.

Sayyidina Umar yang menjadi penggagas dimulainya kalender Islam (hijriyah atau qamariyah) dengan peristiwa hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah.

Setelah hijrah Nabi berada di Madinah selama sepuluh tahun dengan proses perjalanan pensyariatan agama Islam dengan berbagai ragam ibadah.

Demikian penjelasan singkat mengenai pondasi awal tahun pertama hijrah di Madinah. Dan tentunya masih ada sembilan tahun periode Madinah yang akan saya lanjutkan kisahnya pada tulisan berikutnya.(*)

 

*M. Rikza Chamami

(Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah/Dosen UIN Walisongo Semarang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here