Ketua Rijalul Ansor Jawa Tengah, Muhammad Hanif, saat memberikan sambutan pada acara Dirosah Wustho 1 (pertama), di Pondok Pesantren An-Nur Maron, Loano, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (8-9/9/2018).

Purworejo, ansorjateng.net, Bertambahnya kader penggerak dalam tubuh Gerakan Pemuda (GP Ansor sangat diperlukan.

Hal itu untuk menghadapi tantangan bangsa yang sangat komplek. Utamanya di kalangan para Kiai Muda untuk menyelesikan problem-problem keagamaan dan kebangsaan.

“Fenomena gerakan radikalisme dan intoleransi yang melanda bengsa ini menghendaki para kyai muda untuk turun gunung, memberikan pencerahan dan pendampingan kepada masyarakat,” kata Ketua Pimpinan Pusat Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, KH Raden Mahfudz Hamid (Gus Mahfudz) pada Pembukaan Dirasah Wustho I Kyai Muda Ansor pada Sabtu (8/9/2018) di Pondok Pesantren An-Nur Maron, Purworejo.

Gus Mahfudz yang juga Pengasuh PP An-Nur, merasa prihatin dengan adanya sikap di masyarakat yang saling menyalahkan, merasa dirinya yang paling benar (truth claim) dan yang lain salah.

Lebih dari itu, adalah muncul kelompok radikal yang mengusung idiologi khilafah.

“Rijalul Ansor merasa terpanggil untuk menjadi bagian penting mengembangkan paham Islam yang moderat dan toleran,” kata Mahfudz.

Gus Mahfudz melanjutkan, dirinya prihatin ada alumni pondok pesantren yang ‘alim kitabnya, tetapi tidak begitu tahu tentang Indonesia.

Padahal mereka berpaham ahlussunah wal jamaah, tetapi tidak tawassuth wal i’tidal dan kadang kurang tasaamuh dan terkena penyakit takhkim qobla takhq, yaitu gampang memvonis suatu masalah atau kabar sebelum melakukan tabayyun.

Ketua Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Pimpinan Wilayah (PW) GP Jawa Tengah, Muhammad Hanif (Gus Hanif) mengatakan, kegiatan Dirasah Wustho yang diperuntukkan bagi Kiai Muda Rijalul Ansor (RA) digelar untuk pertama kalinya di Jawa Tengah dan untuk kedua kalinya secara nasional.

“Komitmen dan kapasitas kiai muda Ansor perlu terus ditingkatkan untuk menata jamiyah Nahdlatul Ulama khususnya GP Ansor dan juga menjadi pendamping masyarakat,” kata Gus Hanif.

Kegiatan Dirasah Wustho diselenggarakan dalam rangkaian Kirab Satu Negeri untuk membangkitkan semangat kebersamaan, memupuk persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa.

“Kyai Muda sebagai elemen penting bangsa mempunyai kewajiban untuk mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan kemasyarakatan”, tambah Mahfudz.

Kegiatan Dirasah Wustho RA diikuti oleh 78 peserta dan diselenggarakan oleh PP Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bekerjasama dengan PW RA Jateng.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Bupati Purworejo, Kapolres dan Dandim serta para ulama di wilayah Purworejo.

Dari unsur Pimpinan Pusat GP Ansor tampak hadir Mujiburrohman (Korwil Ansor Jateng-DIY) yang juga calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Jateng; Ketua Bidang Kaderisasi, Ruchman Basori,  Aunulloh Ala Habib (Wasekjen), Aam Noto Buwono (Ketua PW Ansor Jawa Timur), Sholahuddin Ali (Ketua PW Ansor Jawa Tengah) dan sejumlah kiai muda lainnya.

Pada saat yang sama, juga diselenggarakan Focus Group Discustion (FGD) system kaderisasi Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor untuk mematangkan model kaderisasi yang selama ini diselenggarakan. (RB/Hud).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here