Beranda / Ansor / Fahrudin : Ansor Paling Sering Mendistribusikan Air Bersih ke Desa Kami …

Fahrudin : Ansor Paling Sering Mendistribusikan Air Bersih ke Desa Kami …

Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dan Satkoryon Banser Karanggede, Boyolali mendistribusikan sedikitnya 35 ribu liter air bersih ke sejumlah desa yang dilanda kekeringan di Kabupaten Boyolali, Senin (10/9/2018) malam.

BOYOLALI, AnsorJateng.net – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dan Satkoryon Banser Karanggede, Boyolali mendistribusikan sedikitnya 35 ribu liter air bersih ke sejumlah desa yang dilanda kekeringan di Kabupaten Boyolali, Senin (10/9/2018) malam.

Salah satu daerah yang mendapatkan bantuan air bersih dari Ansor dan Banser ini adalah warga Desa Dologan dan Desa Bangkok, Kecamatan Karanggede dan Desa Glinggang, Kecamatan Kemusu.

“Ada tiga dusun di desa Dologan, satu dusun di Desa Bangkok dan dua dusun di Desa Glinggang. Bantuan air bersih ini juga berkat kerjasama kita dengan Tim Bagana dan BPBD Boyolali,” kata Ketua PAC GP ANSOR Karanggede, Mohammad Rivai.

Rivai yang ikut turun langsung mendistribusian bantuan air bersih ini mengungkapkan, sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali, seperti di Kecamatan Karanggede dan Kecamatan Kemusu sudah beberapa bulan terakhir ini mengalami kekeringan akibat dampak kemarau panjang.

Melihat kondisi ini, pihaknya terdorong untuk berbagi dan berupaya meringankan beban masyarakat dengan mendistribusikan bantuan air bersih.

“Ini merupakan kepedulian Ansor dan Banser terhadap warga yang mengalami kekeringan. Kegiatan ini sekaligus sebagai rangkaian peringatan malam tahun baru Hijriyah,” ujarnya.

Bantuan air bersih ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga, terbukti warga rela antre hingga pukul 00.30 WIB. Anggota Ansor dan Banser dengan sabar dan telaten menuangkan air ke dalam jerigen dan ember milik warga yang telah mengantre. “Semoga bantuan dari GP Ansor ini bermanfaat,” tuntasnya.

Bantuan air bersih ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga, terbukti warga rela antre hingga pukul 00.30 WIB.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali mengalami kekeringan dan krisis air bersih beberapa bulan terakhir. Sedikitnya empat kecamatan terdampak cukup parah dari kekeringan ini. Yakni, Kecamatan Karanggede, Wonosegoro, Juwangi dan Kecamatan Kemusu.

Sumber-sumber air di wilayah tersebut, seperti sumur dan mata air kering. Tidak hanya itu, sejumlah sungai yang diandalkan warga sebagai sumber air alternatif juga tak lagi mengalir.

Fahrudin, warga Desa Glinggang Kecamatan Kemusu mengatakan kekeringan yang terjadi di desanya kurang lebih telah berlangsung lima bulan. Warga terpaksa harus mengambil air dengan jarak yang cukup jauh atau menunggu bantuan air bersih, untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK).

“Sumur-sumur di desa kami kering jika kemarau seperti ini. Untuk kepentingan mandi, masak, mencuci kami harus mengambil dari jarak yang jauh,” kata Fahrudin.

Bagi warga Desa Glinggang, termasuk Fahrudin, air menjadi barang langka saat musim kemarau seperti ini. Oleh karena itu, ia dan warga lainnya rela antre untuk mendapatan bantuan air bersih dari GP Ansor ini.

“Pemerintah dan GP Ansor ini yang terbilang sering mendistribusikan air bersih ke desa kami,” imbuhnya.

(Heri Damar Wulan/SM)

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

10 November, Resolusi Jihad NU dan Perang Empat Hari di Surabaya

      Oleh K Ng H Agus Sunyoto Pada 73 tahun silam, tepatnya tanggal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *