Beranda / Banser / Hutan Lereng Gunung Sumbing Terbakar, Banser Evakuasi Puluhan Pendaki

Hutan Lereng Gunung Sumbing Terbakar, Banser Evakuasi Puluhan Pendaki

Kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing (Foto; Istimewa)

Magelang, ansorjateng.net, Hutan di lereng Gunung  Sumbing terbakar sejak Senin (8/11/2018) pukul 18.30 WIB. Titik api masih terlihat di sisi utara gunung tersebut, hingga Selasa (11/9/2018) petang.

Namun, ternyata ada puluhan pendaki yang terjebak di puncak. Diperkirakan, mereka mendaki sebelum adanya kebakaran hutan di sisi selatan Gunung Sumbing.

Mereka mendaki untuk melewatkan malam pergantian Tahun Baru Islam 1440 Hijriah atau malam 1 Suro pada kalender Jawa.

Sebab, saat pergantian tahun biasanya banyak masyarakat yang memang melakukan pendakian di Gunung Sumbing.

Pendaki Gunung Sumbing yang dievakuasi Banser
Pendaki Gunung Sumbing yang dievakuasi Banser
Hutan lereng Gunung Sumbing terbakar. (Foto: Banser Sukomakmur)
Lereng Gunung Sumbing terbakar
Lereng Gunung Sumbing terbakar

Mendengar informasi adanya pendaki yang terjebak di puncak, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ranting Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, melalui Banser Tanggap Bencana (Bagana) langsung bergerak cepat melakukan pendakian untuk evakuasi.

Dari informasi awal yang dilaporkan oleh Ketua PAC Kajoran, M Arif Sholihan, mengatakan, ada sekitar 30 personel Bagana yang melakukan evakuasi.

“Dan tadi ada banyak pendaki yang dievakuasi,” ungkapnya.

Sementara itu, informasi yang dilaporkan Sekretaris GP Ansor Sukomakmur, Utoro pada Ansorjateng.net, disampaikan, bahwa kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing sisi selatan terjadi pada Selasa (11/9/2018).

“Kebakaran ini adalah imbas dari kebakaran yang telah terjadi di wilayah utara maupun timur pada hari  sebelumnya (Senin),” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya jalur pendakian untuk wilayah utara sudah ditutup sejak Senin, tetapi untuk sebelah selatan dan timur masih dilewati para pendaki karena belum terjadi kebakaran.

Utoro melanjutkan, berdasarkan informasi dari pendaki yang selamat bernama Ilfandi (20) warga Desa Sukomakmur, pada Selasa pukul 09.00 Wib, para pendaki yang sudah berada di puncak gunung  atau di kawah ada sekitar 300 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan warga sekitar lereng Gunung Sumbing.

Mereka mendaki melewati jalur pendakian via Butuh, via Adipuro, dan via Mangli.

Kejadian kebakaran terlihat begitu cepat dan menutup akses jalur para pendaki sehingga membuat para pendaki panik untuk menyelamatkan diri. Dalam waktu kurang dari 20 menit api sudah mulai mendekati kawah dan puncak.

“Informasi kebakaran terpantau dari basecamp Relawan Sumbing Selatan dan beberapa Sahabat Banser yang pada waktu itu berada di puncak dan bisa komunikasi dengan POSKO Banser yang ada di Desa Sukomakmur,” ungkapnya.

Mendengar informasi tersebut Banser Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan evakuasi.

Evakuasi pendaki Gunung Sumbing oleh Banser Sukomakmur

Anggota Banser yang berjumlah 25 orang langsung menuju basecamp jalur pendakian, dan membagi tugas. Adapun, sahabt Banser yang naik berjumlah delapan orang, dipimpin Satkorpok Banser Desa Sukomakmur, Sofyan dan yang lainnya dibagi dibeberapa Pos, proses ini dimulai  pukul 12.00wib.

Selang beberapa waktu, sudah terlihat para pendaki yang turun dengan selamat, namun terlihat kelelahan dan ada yang sesak nafas karena asap.

“Evakuasi oleh sahabat Banser dilakukan hingga pukul 17.30wib, dengan menyisir beberapa lokasi kebakaran dan memastikan semua pendaki sudah turun semua,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dari ratusan pendaki, yang berhasil dievakuasi oleh tim Banser ada sejumlah sekitar 8o orang. Selebihnya, turun melalui jalur pendakian lain.(Ansor Jateng/Hud)

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

Fatayat Ranting di Cepu Berhasil Kumpulkan Santunan Yatim Piatu Sejumlah Rp 16 Juta

ANSORJATENG.NET, BLORA – Pada Rabu (19/9/2018), Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Sumberpitu, Cepu Blora, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *