TEGAL, ANSORJATENG.net – Keberadaan makam tua yang berada di Dukuh Tlaga Jaya, Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal yang diketahui sebagai makam seorang wali penyebar agama Islam belum banyak diketahui oleh khalayak. Walhasil, kondisinya kurang terawat. Melihat kondisi ini, Pemuda Ansor Banser setempat tergerak untuk merawat makam tersebut.

Ketua Pimpinan Ranting Ansor Desa Mokaha, Idris Afandi mengatakan, makam tua yang berada di ujung pedukuhan Tlaga Jaya ini adalah makam seorang Waliyullah yang bernama Syeh Abdul Fatah.

Berdasarkan informasi yang didapatnya dari berbagai sumber, Syeh Abdul Fatah merupakan keturunan Ki Ageng Sultan Mataram atau Sutawijaya atau Syeh Abdul Rahman. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Mbah Sulaeman.

“Dia adalah penyebar agama Islam di pulau Jawa salah satunya di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal,” kata Idris Afandi kepada AnsorJateng.net, Senin (10/9/2018).

Syeh Abdul Fatah, lanjutnya, juga mempunyai keturunan bernama Mbah Purbaya Kalisoka dan Ki Gede Sebayu Danawarih, Kiai Nur Sidik Sangkanjaya. Nama-nama ini tidak asing bagi masyarakat Tegal dan sekitarnya, karena merupakan cikal bakal penyebaran agama Islam di wilayah tersebut.

“Jadi bisa dibilang makam tertua dan makam sesepuh Kabupaten Tegal. Kami Ansor Banser NU berupaya merawat dan menjaganya agar tidak punah dari tradisi ahlussunah Waljamaah,” ujarnya.

Salah satu upaya merawat makam Waliyullah Syeh Abdul Fatah ini, imbuhnya, adalah melakukan pemasangan plang atau papan nama di depan makam sebagai penanda bahwa di kompleks tersebut ada pusara seorang alim ulama dan wali kutub. Pihaknya berharap, dengan adanya penanda makam, masyarakat semakin mengenal beliau sekaligus mau menziarahinya.

“Sekaligus untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang keberadaan makam Syeh Abdul Fatah sebagai wisata religi, selain makam Walisongo,” tuntasnya. (Nurkhasan/Tahmid/SM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here