Beranda / Berita / Gus Muwafiq: Yang Kita Tolak Bendera HTI, Bukan Kalimat Tauhid !!!

Gus Muwafiq: Yang Kita Tolak Bendera HTI, Bukan Kalimat Tauhid !!!

JAKARTA, ANSORJATENG.net – Resah terhadap penggiringan opini yang dilakukan oleh para aktivis eks HTI tentang penolakan bendera bertuliskan kalimat Tauhid “Laa IllaHha IllallaHh” seolah memusuhi Islam, membuat KH Ahmad Muwafiq angkat suara.

Melalui keterangannya di dalam akun Ngaji Bareng Gus Muwafiq, Senin (12/9/2018), beliau yang akrab dipanggil Gus Muwafiq ini menegaskan, penolakan bendera HTI tidak berarti penolakan terhadap kalimat tauhid “Laa IllaHha IllallaHh”. Sebab kalimat tauhid dan bendera HTI yang menggunakan kalimat tauhid adalah dua hal yang berbeda.

Sebagai perumpamaan, ia menyontohkan tentang penolakan terhadap simbol organisasi Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kita kenal dengan logo palu aritnya.

“Bendera palu-arit PKI kita tolak, tapi kalau palu tetep kita pake nukang, dan arit tetep kita pake ke sawah,” kata Kiai Muwafiq.

Sehingga kesimpulan bahwa penolakan terhadap idologi PKI berarti penolakan terhadap alat berupa palu dan arit adalah kesimpulan yang keliru. “Jadi penolakan terhadap bendera palu arit tidak berarti penolakan palu dan arit sebagai sebuah alat kerja,” tandasnya.

Penjelasan serupa digunakan Gus Muwafiq untuk menjelaskan penolakan pada bendera HTI yang menggunakan kalimat tauhid. Kiai kelahiran Lamongan ini menjelaskan, penolakan tersebut lebih kepada penolakan terhadap ideologi dan identitas HTI yang memang telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang.

“Begitu juga benderanya Hizbut Tahrir yang menggunakan lafal la ilaha illallah kita tolak, karena menjadi identitas Hizbut Tahrir,” paparnya.

Akan tetapi, kalimat tauhid sendiri oleh umat Islam secara keseluruhan khususnya kalangan Nahdlatul Ulama digunakan setiap hari sebagai kalimat tauhid untuk berdzikir pada Allah SWT.

Kiai Muwafiq meminta agar penolakan terhadap simbol HTI tidak dipelintir dan dipercaya sebagai penolakan terhadap penolakan terhadap kalimat tauhid itu sendiri. “Jadi jangan diputar balik, ya!” pungkasnya.
Dikutip dari Pustakamuhibbin.club, Gus Muwafiq, begitu biasa dikenal banyak orang, nama lengkapnya adalah Ahmad Muwafiq. Ia dulu kuliah di IAIN Jogjakarta dan menjadi aktivis pergerakan. Pernah menjadi Sekjen Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara. Kemudian ketika Gus Dur menjadi presiden, ia menjadi asisten pribadinya.

Selain khatam dalam soal agama karena alumnus pesantren, ia juga dikenal luas akan pemahaman politik dan sejarahnya.

Sebelum keliling dakwah seperti sekarang, beliau telah mumpuni menjadi aktivis kampus. Gus Muwafiq aktif di lingkaran PMII dan Mahasiswa NU. Pengembaran Intelektual dan “Jalanan”-nya beliau tempuh dari kota pelajar: di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sampai ke Mancanegara karena pernah menjadi Sekretaris Jenderal Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara. (NU.or.id/SM)

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

Di Desa Tertinggi Pulau Jawa, Tim KSN Disambut Ribuan Warga dengan Penuh Haru

Wonosobo, Ansorjateng.net – Tim Kirab Satu Negeri (KSN) yang sampai di Wonosobo disambut ribuan warga di Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *