Beranda / Berita / Resmi Diluncurkan, Festival Karimunjawa Akan Digelar Tiap Tahun

Resmi Diluncurkan, Festival Karimunjawa Akan Digelar Tiap Tahun

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabuddin, menandatangani peluncuran program even Festival Karimunjawa & Go To Sail 2019, di Alun-alun Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Sabtu (29/9/) malam. Program ini akan digelar tiap tahun.

 

Jepara, Ansorjateng.net – Ribuan warga Pulau Karimunjawa, di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara (Sabtu (29/9//2018) malam, memenuhi alun-alun setempat. Mereka terlihat duduk bersila beralaskan tanah menghadap ke arah panggung besar.

Tak hanya masyarakat setempat, terlihat pula para wisatawan dari dalam negeri namun juga para wisatawan asing juga nampak menikmati malam tersebut.

Berbagai sajian hiburan berupa penampilan kelompok-kelompok tari tradisional, serta penampilan Congrock Reagee Beach juga disajikan di Alun-alun Karimunjawa.

Malam tersebut sedang digelar acara spesial. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sedang meluncurkan program unggulan yakni Festival Karimunjawa 2018.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabuddin yang hadir pada acara tersebut, saat ditemui Ansorjateng.net seusai acara, mengungkapkan, bahwa sebelum dilaunching festival ini, telah diselenggarakan berbagai kegiatan sejak 25 September 2018.

Disebutkannya, terdapat 20 kegiatan dalam Festival Karimunjawa 2018 ini, meliputi berbagai jenis perlombahan yang berkaitan dengan bahari, festival budaya, pameran, dan sport tourism.

Di antaranya, (1). Aksi Sapta Pesona di Sekitar Pantai Karimunjawa, Selasa (25/9) pukul 09.00. (2). Pentas Wayang Kulit di Alun-alun Karimunjawa, Rabu (26/9) pukul 19.00. (3). Expo Produk Unggulan dan Festival Kuliner di Alun-alun Karimunjawa, Kamis (27/9) pukul 08.00. (4). Workshop dan Lomba Perahu Hias di sekitar pantai Karimunjawa, Kamis (27/9) pukul 09.00. (5). Workshop Pariwisata, Kamis (27/9) pukul 15.30

(6). Tari dan Music Kesenian Bunga Jabe di Alun-alun Karimunjawa, Kamis (27/9) pukul 16.00. (7). Perform Band Andromeda di Alun-alun Karimunjawa, Kamis (27/9) pukul 20.00. (8). Senam Masal Maumere di Alun-alun Karimunjawa, Jumat (28/9) pukul 07.00.

(9). Lomba Menyanyi tingkat umum, Expo Produk Karimunjawadi Alun-alun Karimunjawa, Lomba Blogger dan Fotografi, Jumat (28/9). (10). Sarasehan Goes to Sail 2018 dan Lomba Mancing di aula Kecamatan Karimunjawa, Jumat (28/9) pukul 15.00

(11). Lomba Menyanyi Tingkat SD/SMP/SMA di Alun-alun Karimunjawa, Jumat (28/9) pukul 13.00. (12). Reog Barongan di Alun-alun Karimunjawa, Jumat (28/9) pukul 19.30. (13). Karimunjawa Bergoyang di Alun-alun Karimunjawa, Jumat (28/9) pukul 20.30. (14). Final Lomba Menyanyi tingkat umum, Sabtu (29/9) pukul 08.00.

(15.) Final Lomba Menyanyi tingkat SD/SMP/SMA di Alun-alun Karimunjawa, Sabtu (29/9) pukul 13.00. (16). Gala Dinner dan Tari Egreg Pesisiran untuk menyambut Gubernur Jawa Tengah, di Hotel Java Paradise, Sabtu (29/9) pukul 19.00.

(17). Pencanangan Festival Karimunjawa, di Alun-alun Karimunjawa, Sabtu (29/9) pukul 20.00. (18). Congrock Reagee Beach di Alun-alun Karimunjawa, Sabtu (29/9) pukul 21.00. (19). Campur Sari di Alun-alun Karimunjawa, Minggu (30/9) pukul 06.30. (20). Walking Fun Beach Karimunjawadi Seputaran Pantai Karimunjawa, Minggu (30/9) pukul 07.00. (21). Campur Sari, Lawak Jawa dan pembagian Doorprize di Alun-alun Karimunjawa, Minggu (30/9) pukul 08.00.

Kabid Pemasaran Disporapar Jateng Alamsyah, saat membuka
Walking Fun Beach Karimunjawa di Seputaran Pantai Karimunjawa, Minggu (30/9) pukul 07.00.

 

Menurut Urip, adanya Festival Karimunjawa 2018, sebagai salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan di kepulauan tersebut.

“Kami mendorong agar wisatawan nusantara dan mancanegara bisa lebih lama tinggal di Karimunjawa. Sebab selama ini hanya 2-3 hari, maka kita dorong agar lebih lama lagi,” katanya.

Pria berkumis ini, sembari menyeruput kopi di teras Wisma Karimunjawa yang letaknya tepat di depan Alun-alun, mengutarakan, bahwa apabila wisatawan bisa lebih lama di Karimunjawa atau lebih dari tiga hari, maka akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.

Maka, upaya yang dilakukan untuk memikat wisatawan lebih lama adalah dengan menggelar even-even dan pagelaran seni. Langkah kongkret yang dilakukan yakni dibuatlah Festival Karimunjawa 2018 ini.

Dalam Festival Karimunjawa 2018, mengangkat sejumlah kekayaan budaya dan tradisi lokal. Salah satu yang menonjol untuk masyarakat Karimun yang dikenal sangat religius, adalah adanya Festival Barikan Kubro.

Festival Barikan Kubro merupakan tradisi yang sudah dilakukan masyarakat Karimunjawa secara turun temurun, yakni sedekah laut dan ‘nyadran’ pada leluhur yakni untuk Sunan Nyamplungan atau Syaikh Amir Hasan juga Sayyid Abdullah.

Menurut cerita turun temurun, kedua tokoh ini adalah penyebar agama Islam. Kedua makamnya, yang berada di Pulau Karimunjaawa dan Kemujan, hingga kini juga dikeramatkan. Ulasan mengenai kedua tokoh ini, juga telah diulas tim Ansorjateng.net.

Terkait Barikan Kubro, kata Urip, sebenarnya Pemprov jateng telah mengajukannya untuk dimasukan dalam agenda even nasional. Namun ternyata Kementerian Pariwisata belum mengakomodasinya. Maka, pemprov melakukan inisiatif memasukannya dalam Festival Karimunjawa 2018 ini.

“Kami berharap tahun depan evennya lebih banyak lagi sehingga wisatawan mancanegara bisa lebih lama di sini,” tegasnya.

Dia menilai, jika wisatawan hanya disuguhkan wisata pantai saja maka ketika datang sekali hingga dua kali, akan cenderung bosan. Meskipun diakui, bahwa Karimunjawa memiliki keindahan alam bahari yang luar biasa dan patut diandalkan di Jawa Tengah.

“Maka diperlukan adanya hiburan yang bersifat atraktif. Harapan kami, ke depan akan ada festival-festival yang digelar dua bulan sekali di Karimunjawa, ini pasti menarik. Meskipun untuk yang rutin tahunan adalah Festival Karimunjawa 2018,” tandasnya.

Bupati Jepara, Ahmad Marzuki yang diwakili Camat Karimunjawa, Saptwagus Karnan Ejeng, mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya Pemprov Jateng untuk mengembangkan wisata bahari Karimunjawa, dan membuat Festival Karimunjawa sebagai even tahunan.

Pemkab Jepara, lanjutnya, juga serius untuk pengembangan wisata bahari ini. Di tahun 2017 lalu, Pemkab mengalokasikan anggaran promosi untuk Karimunjawa sebesar Rp 15,5 miliar, dan tahun 2018 ini ditingkatkan menjadi Rp 55,5 miliar.

“Itu untuk promosi, infrastruktur dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut bupati, promosi Karimunjawa saat ini memang belum maksimal. Baru 0,09 persen yang dikembangkan dari potensi yang ada. Sementara untuk lama tinggal memang belum optimal, karena infrastruktur transportasi belum baik.

“Harapan kami, masyarakat Karimunjawa bisa menjaga kondusifitas daerah dan lingkungan, maka kunjungan wisata akan meningkat dan ekononi akan lebih baik,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disporapar Pemprov Jateng, Alamsyah mengatakan, pihaknya sedang gencar melakukan promosi digital melalui media sosial, desa wisata, dan melibatkan media untuk promosi wisata.

“Ditambah event di tempat-tempat wisata itu pasti ada untuk mendorong daya tarik wisata,” katanya.

Acara-acara yang digelar, imbuh Alamsyah, tahun ini naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin tidak ada 100 even, tapi tahun ini hingga September 2018 sudah ada sekitar 150 even,” ucapnya.

Dia menargetkan ada 180 acara pada tahun 2018 untuk dapat mencapai target kunjungan wisatawan ke Jateng yang sudah ditetapkan.(MN Huda)

 

 

“Artikel ini sedang diikutsertakan dalam lomba Festival Karimunjawa 2018 yang diselenggarakan DIsporapar Provinsi Jateng dan GenPI Jateng”

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

Di Desa Tertinggi Pulau Jawa, Tim KSN Disambut Ribuan Warga dengan Penuh Haru

Wonosobo, Ansorjateng.net – Tim Kirab Satu Negeri (KSN) yang sampai di Wonosobo disambut ribuan warga di Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *