Ansorjateng.net -Toleransi merupakan intisari ajaran Islam. Betapa tidak, Allah Swt menciptakan manusia di dunia ini bermacam-macam, sehingga menghormati dan menghargai perbedaan merupakan keniscayaan. Allah bisa saja menciptakan manusia menjadi umat yang satu yang tidak berbeda-beda, namun demikian, Allah Swt menghendaki manusia berbeda-beda. Oleh sebab itu, salah satu esensi ajaran Islam adalah mengajak kepada umatnya untuk hidup rukun dan menghormati perbedaan.

Selaras dengan hal itu, KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus pernah memberikan pesan agar kita hidup rukun dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan konflik. Menurut Gus Mus, mutakhir ini banyak orang berselisih paham yang berujung konflik karena tidak memahami esensi Tuhan mencipatakan manusia berbeda-berbeda. Sikap menyalahkan perbedaan itu karena di dalam diri seseorang tidak tertanam sikap toleransi.

“Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan. Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda. Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beda. Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda. Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda. Partainya dimusuhi karena pendapatannya beda. Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?,” jelas Gus Mus.

Menurut Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu, Nabi Muhammad tidak menjadikan perbedaan, bahkan perbedaan agama sebagai alasan untuk tidak berbuat baik. “Kau tahu apa yang dilakukan Nabi Muhammad Saw pada seorang Yahudi tua yang tiap hari meludahi dan melempari kotorannya padanya? Ia jenguk dan doakan sang Yahudi ketika Yahudi itu sakit,” tuturnya.

Nabi Muhammad Saw juga memberikan sikap perhatian yang lebih kepada mereka yang lemah, tanpa pandang bulu perbedaan agama. “Kau tahu apa yang dilakukan Nabi Muhammad Saw pada seorang Yahudi buta yang tiada hari tanpa mencacinya? Ia suapi setiap hari dengan tangannya sendiri yang mulia tanpa sang yahudi tahu bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad yang selalu ia caci. Itulah Islam. Berislam seperti Islamnya Nabi Muhammad Saw, bukan Islam ala egomu,” tegas Gus Mus. (islamramah.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here