foto: nu.or.id

Banyumas, Ansorjateng.net – Menjadi anggota Ansor tidak  sulit. Namun untuk memenuhi tugas sebagai kader Ansor, tidaklah mudah.  Sebab, tugas tersebut kadang berbenturan dengan tuntutan ekonomi keluarga. Demikian diungkapkan Ketua PAC Ansor Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah,  Wawan Ibnu Fuad saat menjadi pemateri dalam  Pendidikan Kader Dasar 2018  di Aula SMP 1 Ma’arif NU Ajibarang,  Sabtu (7/10/2018).

Menurutnya,  paling tidak ada tiga tugas seorang kader Ansor. Pertama adalah kaderisasi. Yaitu mengajak para pemuda untuk bergabung dalam Ansor.

“Ini yang vital. Semakin banyak, semakin baik,” tuturnya.

Kedua, adalah  mencari ilmu. Yaitu setiap kader Ansor harus bisa menambah wawasan keislaman, berlajar tentang ajaran Ahlussuah wal jamaah (Aswaja) dan sebagainya.

“Ketiga berkerja atau mencari nafkah untuk keluarga,” urainya.

Ia menambahkan, poin ketiga cukup signifikan dan masih menjadi persoalan utama kader Ansor, bahkan masyarakat umum. Sebab, tugas pertama dan kedua sedikit banyak butuh uang.

“Untuk berkegiatan, minimal perlu uang untuk membeli bensin dan meninggali uang belanja istri di rumah,” lanjutnya.

Acara yang diikuti oleh 130 peserta tersebut, berlangsung selama dua hari sejak 6 sampai 7 Oktober 2018. Selain diberi pemahaman tentang Aswaja, ke-NU-an, kebangsaan, dan kepemimpinan, mereka juga  diberi materi tentang ekonomi dan kewirausahaan (Kifayatul Ahyar/Aryudi AR/nu.or.id/rif).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here